Senin, April 12

Gazebo, Nuansa Lain Gaya Bersantai di Taman Rumah

    GAZEBO ialah suatu bentuk bangunan (pondok) kecil yang dibuat dan ditempatkan di tengah halaman atau taman dan dimaksudkan sebagai tempat bersantai anggota keluarga pada saat-saat tertentu.    Bangunan gazebo ada yang dibuat permanen, semipermanen, atau nonpermanen dari berbagai jenis material bahan dasar dan dengan penyelesaian akhir (finishing) yang berbeda pula.    Sebenarnya gazebo sudah dikenal sejak dahulu kala, khususnya oleh kaum bangsawan bangsa Cina tempo dulu. Dibuat dalam berbagai bentuk yang menarik, biasanya digunakan untuk bersantai para bangsawan zaman dulu saat perjamuan teh atau sebagai tempat bercanda para putri dengan dayang-dayangnya.    Gazebo dalam lingkungan kerajaan tentu saja lebih semarak, lebih lega, dengan berbagai tanaman berbunga indah dan harum mewangi menghiasi seluruh bagian taman. Tentu saja ukiran dan reliefnya merupakan hasil karya seniman-seniman kelas satu.    Bentuk gazebo kala itu umumnya mengambil bentuk lingkaran atau segi delapan. Penempatan gazebo yang umum ialah di bagian tengah taman atau halaman rumah. Bentuk dan luas gazebo sebaiknya disesuaikan dengan luas halaman (taman). Bentuk gazebo yang besar tentu saja sangat tidak harmonis dengan keadaan lahan yang sempit. Sebaliknya, gazebo yang kecil sangat tidak ideal jika dibangun pada lahan yang luas.    Gazebo yang letaknya berdekatan dengan rumah (bangunan utama), selain tidak memiliki nilai estetika juga akan menghilangkan nuansa santai yang hendak diciptakan. Tak kalah pentingnya, hal tersebut menyalahi konsep arsitektur karena buangan air hujan dari teritisan atap kemungkinan akan menerpa gazebo.

    Sejalan dengan konsep dasar fengsui, jauhkan gazebo dari jalur yang menghalangi pintu utama rumah agar tidak menutup jalur masuk hawa bagus yang membawa keberuntungan dan kebahagiaan.
    Sangat dianjurkan penempatan gazebo yang dekat dengan kolam atau air terjun buatan. Dengan demikian, keindahan air terjun yang bergemericik atau liukan indah ikan-ikan yang berwarna-warni di kolam dapat dinikmati secara optimal, yang pada akhirnya akan menambah relaksasi jiwa dan pikiran pada saat bersantai.
    Bahan dasar gazebo sangat bergantung pada luasan lahan yang tersedia. Untuk halaman yang cukup luas, gazebo dapat dibangun secara permanen, terbuat dari beton atau susunan bata. Adapun sentuhan akhirnya tergantung selera masing-masing orang. Dilapis dengan plesteran semen, memakai tempelan batu alam, atau cukup bata ekspos saja.
    Gaya country dengan bahan dasar kayu yang dipelitur gloss (mengkilap) ataupun doff (buram) sangat ideal untuk halaman yang luasnya lebih kecil. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat gazebo model ini juga lebih minim.
    Jika menghendaki pengeluaran anggaran seminim mungkin, gazebo yang dikreasikan dengan memakai material bambu merupakan solusi yang tidak mengecewakan. Bahkan, limbah bambu pun masih dapat dipergunakan sepanjang masih layak pakai secara struktural.
    Finishing dengan pelitur, cat kayu, atau melamin, beberapa di antara banyak pilihan yang cukup bagus hasilnya. Masing-masing pilihan finishing memiliki keistimewaan dan keindahannya sendiri.
    Material atap tentu saja mesti sesuai dengan material struktur gazebo itu sendiri. Atap sangat penting untuk menjaga keberlangsungan acara bersantai. Selain meneduhkan dari cahaya Matahari, juga untuk melindungi dari siraman air jika terjadi hujan atau terpaan embun di malam hari.
    Bangunan ini tidak menyalahi konsep fengsui. Sebaliknya, gazebo merupakan salah satu unsur pelengkap bagi keutuhan yang disyaratkan dalam fengsui pertamanan. Beberapa aspek utama fengsui pertamanan adalah pohon (tanaman), air (kolam, air terjun), bebatuan, gunung (bukit buatan), dan bangunan (griya, pondok); bangunan atau griya yang dimaksud di sini tentu saja adalah gazebo.
    Gazebo sangat membantu terciptanya nuansa harmonis dalam keluarga saat berkumpul bersama. Keakraban, keceriaan, dan kegembiraan berkeluarga yang tidak terukur nilainya dapat lahir dari tempat ini yang sesungguhnya beranggaran sangat hemat. Inilah sebenar-benarnya "fengsui" yang paling mendasar dalam kehidupan kita.
    Setidaknya suasana santai yang tercipta di sebuah gazebo jauh lebih efisien dibandingkan dengan bersantai ke mal atau ke bioskop. Cukup dengan teh hangat dan kue kecil yang lezat, kenikmatan dan kebahagiaan pun menjelma.

(Sumber: www.kompas.co.id, 05 Maret 2004)

(Taman palagan Asri 3, Hunian nyaman di Jogja utara)

(Perumahan di Jogja)

Rabu, Maret 31

Furnitur Rumah Modern

     Rumah bergaya modern berkembang dengan pesat akhir-akhir ini, yang ditunjang dengan gaya hidup modern dalam masyarakat kita. Gaya hidup modern ini berdampak luas, antara lain pada pengolahan gaya arsitektur rumah tinggal. Modern memiliki arti 'saat terkini'. Pada arsitektur rumah tinggal, ini artinya gaya paling 'terkini'. Meskipun demikian, sebenarnya gaya arsitektur tersebut juga telah bergeser menjadi postmodern. Sementara ini postmodern masih belum begitu berkembang baik dari segi filsafat maupun hasil-hasil kreasi arsitekturnya di negara kita.
     Adapun rumah bergaya arsitektur modern, telah berkembang dengan pesat di Indonesia. Gaya ini memiliki ciri khas kejernihan dan kejujuran desain. Seringkali tampak pada penggunaan bahan bangunan yang jujur, misalnya penggunaan batuan ekspos atau finishing tembok tanpa dicat, finishing kamprot, dan sebagainya. Penggunaan detail bentuk gaya juga sangat minimal, yang menganut 'less is more', makin sedikit hiasan makin baik.

     Gaya arsitektur modern telah terbagi pula menjadi 'aliran-aliran' gaya desain, misalnya modern natural, modern minimalis, modern chic, dan sebagainya. Masing-masing memiliki kaidah desain yang spesifik. Desain minimalis misalnya, merupakan aliran modern yang sangat fungsional dan tidak memberi ruang pada bentuk ornamentasi atau hiasan sama sekali (minimal), dan tidak hanya itu, bahkan bentuk bangunan dan penataan denah pun sangat minimalis, segalanya sederhana.
     Adapun pada pemilihan furniture, kita bisa menggunakan furniture dengan gaya modern yang sesuai untuk rumah tinggal. Furniture ini, sebagaimana kaidah desain arsitektur modern, juga diilhami dari filsafat modern yang jujur dan tidak banyak berornamentasi. Kesan furniture yang clean, simple dan tanpa hiasan berlebihan adalah ciri khas dari furniture bergaya modern. Desain furniture semacam ini dapat berpadu dengan baik pada rumah-rumah bergaya modern. 
     Dengan latar belakang ruang-ruang dengan desain modern, desain furniture modern dapat berpadu dengan baik. Pada contoh diatas, sebuah meja makan dengan desain modern menggunakan kaca sebagai daun mejanya. Kursi-kursi yang 'clean look' atau terlihat bersih dan simple memiliki sedikit unsur lengkung pada bagian atasnya yang memberikan kesan manis.
     Desain interior rumah bergaya modern dapat bisa menjadi desain yang unik dan menarik bagi Anda bila mengetahui kaidah-kaidah desain ruang interiornya. Bila Anda kesulitan saat mencari furniture dengan desain modern, jangan ragu untuk bertanya kepada penjaga toko tentang furniture bergaya modern yang sesuai untuk ruang rumah bergaya modern Anda. Atau bila memungkinkan, kita bisa menggunakan jasa desainer interior untuk hal ini. 

( Sumber: www.astudio.id.or.id,  3 Nopember 2006 )

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )

( Perumahan di Jogja )


Senin, Maret 29

Dinding Bata Tempel Hias Imitasi dari Bubur Kertas

     Untuk menghasilkan dinding yang lebih ekspresif, tak melulu polos dengan polesan cat, biasanya kita memberikan 'sentuhan' khusus pada dinding rumah. Caranya tentu saja bermacam-macam. Sebagian dari Anda mungkin lebih memilih wallpaper untuk menghadirkan warna-warni dan motif yang lebih hidup. Itu sah-sah saja. Tapi jika lebih menginginkan kesan alami dan unik, Anda bisa memilih batu alam atau batu bata untuk ditempelkan di dinding rumah.
     Kesan unik pastilah akan menarik perhatian. Tapi batu alam atau batu bata terkesan berat, dan mempunyai warna tersendiri yang kadang tak senada dengan furnitur rumah. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuat batu bata dari bahan bubur kertas yang bisa diwarnai sesuai keinginan Anda.
     Bahan baku batu bata imitasi ini adalah kertas koran bekas dicampur dengan semen putih, air, dan perekat. Meskipun terbuat dari bubur kertas, toh bata imitasi ini mampu menambah keindahan ruangan di rumah Anda. Rumah terasa lebih nyaman dan terkesan ringan, tak seperti batu bata asli yang tiga kali lebih berat.
     Batu bata imitasi ini juga memudahkan Anda dalam hal pemasangan, karena bisa dibongkar. Tak perlu membayar tukang, karena Anda sendiri bisa memasangnya dengan cepat. Waktu yang dibutuhkan paling hanya delapan jam, di luar pekerjaan plester aci dan finishing. Jika bahan batu bata imitas telah Anda siapkan, maka yang pertama harus dilakukan adalah periksa kelurusan dari permukaan dinding yang sudah diplester. Ukur dengan cermat dinding yang akan dipasang batu tempel hias. Jika batu tempel hias itu membentuk alur motif, pastikan sudah tersusun dengan benar.
     Lalu tuang lem putih PVC Fox atau lem silikon (glue gun) pada empat sudut bagian belakang batu tempel hias. Pasang satu per satu, dimulai dari bagian bawah ke atas. Kemudian tekan dengan bantuan tangan dan diamkan satu atau dua menit. Pastikan batu sudah menempel pada dinding. Lakukan coating secara merata di permukaan dinding untuk menjadi daya tahannya.
     Perhatikan aktivitas di ruangan, jika Anda memutuskan untuk memakai dinding batas imitasi dari bubur kertas ini. Andai ruangan sering dilalui orang, sebaiknya pemakaian tidak di seluruh dinding. Area dinding yang sering terbentur akan membuat bata imitasi cepat lepas.
     Jika ingin memasangnya di teras atau ruang luar, pasanglah setinggi 100 sentimeter dari permukaan lantai. Ini untuk menghindari tampias air hujan. Jika ingin memasang aksesori dinding seperti lukisan, tancapkan paku di celah nat bata tempel hias agar paku tertahan kuat dan tidak merusak.
     Untuk menjaga keawetan, lakukan coating minimal enam bulan sekali. Membersihkan dinding batu bata tempel hias bubur kertas tidak dianjurkan menggunakan bahan kimia yang berakibat dinding menjadi rusak. Gunakan vacuum cleaner yang ujungnya menggunakan bulu untuk membersihkannya. Atau cukup memakai kemoceng (bulu ayam) dan lap kain kering.
     Jika dinding penuh kotoran dan debu, Anda bisa menggunakan lap kain basah. Namun peras dulu sebelum kain basah digunakan. Makin basah dinding, makin berkurang daya tahannya. (Devita/idea/berbagai sumber)

(Sumber: www.suarakarya-online.com, 27 Oktober 2005)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Selasa, Maret 23

Cegah Retak Dari Awal

Ungkapan “lebih baik mencegah daripada mengobati” berlaku juga untuk kasus retak. Walaupun rumah “hanya” mengalami retak yang masuk kategori tidak berbahaya, tetap saja perbaikannya bikin repot. Lebih baik, lakukan hal-hal berikut agar keretakan tidak perlu terjadi.

1. Saat membangun rumah, jangan sampai ada korupsi ukuran dan bahan. Apalagi saat pengerjaan struktur. Artinya, bila memang ukuran pondasi batu kali harus selebar 60 cm, jangan dijadikan 50 cm hanya karena ingin mengirit biaya. Biaya dapat diirit ditempat lain. Seperti pemilihan finishing yang tidak terlalu mewah, misalnya.
Jika ukuran dan bahan dikurang-kurangi akibatnya konstruksi jadi tidak stabil dan keretakan di dinding-baik struktural maupun non struktural-akan sering terjadi.

Sabtu, Maret 20

BERBENAH RUMAH TANPA MASALAH Bagian 2

Borongan & Sendiri

Untuk pembayaran, bisa dipilih beberapa cara:
1.Cost and fee
Bayar tukang sendiri, sementara material yang dibeli, langsung dibayar. Ini cara paling aman, tidak ada mark-up tapi perlu kontrol karena harus mencari/membeli material dan mengawasi tukang sendiri. Jika tidak diawasi, bisa-bisa muncul banyak masalah di tengah jalan. Minta tolong saudara atau tukang dari satu daerah, adalah alternatif yng bisa dipilih.
2.Borongan
Caranya dengan membayar baik material atau tuknag sekaligus atau tahu beres. Lebih mudah meski memang lebih mahal, karena kontraktor harus menanggung sendiri jika tukangnya melakukan kesalahan.
Jika ingin mencari tukang borongan juga bisa. Artinya, bayar harga borongan, terserah mau dikerjakan berapa tukang. Agar lebih mudah, cari satu toko bangunan dan bayar akhir minggu saja. Periksa bon di akhir pekan dan hitung berapa tukang atau jam kerja.
Perhitungan waktu

Rabu, Januari 27

BERBENAH RUMAH TANPA MASALAH Bagian 1

Rencana merenovasi rumah sering membuat kepala pusing tujuh keliling. Perencanaan dan penentuan anggaran yang matang adalah kunci berhasil-tidaknya sebuah renovasi. Yuk, ikuti langkah praktis yang bisa dijadikan panduan melakukan renovasi.
Benar, membeli rumah dari pengembang tentu berbeda dengan membangun sendiri. Selain faktor kepuasan batin, membangun rumah sendiri membuat kita lebih leluasa menentukan ruangan yang kita inginkan. Kebutuhan akan renovasi lebih besar jika membeli rumah dari pengembang. Lalu, bagaimana jika melakukan renovasi? Seberapa perlu dilakukan, serta kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

Alasan Renovasi :

1.Expand
Artinya, penghuni rumah bertambah sehingga perlu ruang tambahan. Bisa ke samping karena ada sisa lahan/halaman atau ke atas karena keterbatasan lahan. Yang lebih sulit adalah ke atas, karena lantai di bawah mau tidak mau akan terganggu dan ada bagian bangunan yang rusak. Beda dengan renovasi ke samping yang relatif tidak mengganggu penghuni rumah.

Senin, Januari 5

Kiat-kiat Memilih "KPR"

KPR sama dengan Cinta Mati

Ya....Sama seperti Anda dan pasangan yang bersumpah setia sehidup semati dalam perkawinan, memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah teken "cinta mati". Soalnya, mengambil KPR berarti Anda dan bank berada dalam hubungan lama, minimal 5 tahun. So, bijaksanalah dalam memilih bank.
Maka, untuk mempertahankan kelanggengan "cinta mati" itu, Anda mesti:
1. Memilih hanya bank sehat. Artinya, bank tersebut memiliki kinerja keuangan berikut penataan usaha yang baik. Apa pasal? Sertifikat rumah Anda kan bakal dipegang bank selama masa kredit bukan?
2. Memilih bank yang benar-benar fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Hitungannya, rekam jejak atawa track record bank pilihan Anda terbukti baik.
3. karena konsumen adalah raja, Anda mesti memilih bank yang menyediakan jawaban atas kebutuhan akan kredit perumahan secara akomodatif. Ini berarti, bank pilihan Anda unggul dalam variasi produk mulai dari fleksibilitas plafon pinjaman dan angsuran.
4. Anda menghitung dengan cermat biaya-biaya yang mengikuti pengambilan KPR. Bijaksana kalau Anda tak terpaku pada iming-iming bunga rendah. Bisa jadi, bunga rendah justru diikuti oleh beban biaya lain yang lebih besar.

(Sumber: www.arsitekturmedia.blogspot.com, 21 Agustus 2007)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Hoki di Tusuk Sate

Umumnya, setiap orang yang ingin membeli rumah sering menghindari posisi tusuk sate. Padahal, rumah tusuk sate tidak akan masalah jika penghuninya memiliki Kua 2, 5, dan 9. sebab, ketiga Kua itu termasuk yang paling kuat ketika menghadapi energi dari tusuk sate.
Orang dengan Kua 2, 5, 9 juga memiliki peruntungan yang tinggi dan akan menikmati kemakmuran jika tinggal dirumah tusuk sate. Bisa dikatakan rumah tusuk sate itu malah membawa hoki. Secara logika, rumah ini memiliki aliran chi paling keras karena didepannya terdapat lorong. Alhasil, chi yang kuat itu akan memberikan hoki yang berlimpah.
Bagi orang yang memiliki Kua yang tidak kuat dan sudah terlanjur menempati rumah tusuk sate, ada dua solusi pemecahannya. Pertama, menggunakan perhitungan Ba Zi, yaitu delapan unsur yang memberi tanda tentang energi dari orang tersebut. Kalau Ba Zi nya bagus, tentu itu akan membantu sang penghuni. Kedua adalah dengan menggunakan hitungan Flying Star (bintang terbang). Kalau duduk dalam Flying Star, setiap sektor tergantung pada arah menghadap kerumah, sebab itu namanya bintang bumi. Kalau bintang buminya mendukung orang tersebut, ia tidak masalah jika tinggal di rumah tusuk sate.

(sumber: majalah Bisnis Properti, Februari 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)



Kamis, Desember 11

BAHAN BANGUNAN ALTERNATIF - Lebih Mahal Namun Hemat

Karena serba presisi, praktis, dan tahan lama, pemakaian bahan bangunan alternatif diklaim lebih efisien ketimbang material konvensional.
Material alami seperti kayu makin sulit didapat. Kalaupun ada, harganya mahal dan mutunya makin merosot. "Sebentar saja sudah lapuk atau dimakan rayap," kata Inggrid Lena Wang, Sales Manager Alam Sutera, sebuah perumahan menengah atas di Serpong, Tangerang. Selain itu biaya tukang juga makin mahal.
Karena itu bahan bangunan alternatif yang serba presisi, praktis, ringan, dan tahan lama, makin mendapat tempat di kalangan developer. Tak perlu tukang banyak, waktu pengerjaan lebih ringkas, perawatan mudah, biaya konstruksi lebih murah.
Di antara sekian jenis material alternatif, yang paling berkembang memang panel dari baja ringan, alumunium, PVC dan UPVC (unplasticized polyvinil chloride) sebagai pengganti kayu. Sudah banyak perumahan menengah atas yang menggunakannya. Merek yang beredar pun beragam: Smartruss, Smartframe, Maestro, Broco, Sieben, J-Steel, dan Iain-Iain.
Panel bisa dipakai untuk aneka kebutuhan: rangka dan penutup atap, penutup dinding, partisi, kusen pintu dan jendela, sampai untuk pintu dan jendela itu sendiri. Produk bukan hanya praktis dan ringan tapi juga tahan api, antirayap, dan kedap suara.
Material alternatif lain adalah semen instan. Merek yang leading antara lain Mortar Utama dan Prime Mortar. Pemakaian sesuai peruntukan dan tinggal diberi air (tak perlu dicampur pasir lagi) sehingga lebih irit. Daya rekatnya kuat dan cepat kering.
Semen instan sangat cocok dipasangkan dengan beton aerasi seperti Hebel yang ringan dan presisi. Kombinasi keduanya diklaim menghemat biaya konstruksi, pemakaian semen dan tukang, dan waktu pengerjaan hingga 50 persen dibanding bila menggunakan semen biasa dan batu bata atau betake. Karena itu meskipun harga material alternatif lebih mahal dibanding bahan bangunan konvensional, dengan kelebihan serba praktis, tahan lama, dan mudah dirawat, secara keseluruhan biaya pemakaiannya lebih irit. Apalagi, kalau nanti pengguna makin massal, harga bisa makin murah karena semuanya produk pabrikan.

(Sumber: www.estate.co.id, 02 Mei 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Sabtu, November 8

Furnitur Rumah Modern

Rumah bergaya modern berkembang dengan pesat akhir-akhir ini, yang ditunjang dengan gaya hidup modern dalam masyarakat kita. Gaya hidup modern ini berdampak luas, antara lain pada pengolahan gaya arsitektur rumah tinggal. Modern memiliki arti 'saat terkini'. Pada arsitektur rumah tinggal, ini artinya gaya paling 'terkini'. Meskipun demikian, sebenarnya gaya arsitektur tersebut juga telah bergeser menjadi postmodern. Sementara ini postmodern masih belum begitu berkembang baik dari segi filsafat maupun hasil-hasil kreasi arsitekturnya di negara kita.
Adapun rumah bergaya arsitektur modern, telah berkembang dengan pesat di Indonesia. Gaya ini memiliki ciri khas kejernihan dan kejujuran desain. Seringkali tampak pada penggunaan bahan bangunan yang jujur, misalnya penggunaan batuan ekspos atau finishing tembok tanpa dicat, finishing kamprot, dan sebagainya. Penggunaan detail bentuk gaya juga sangat minimal, yang menganut 'less is more', makin sedikit hiasan makin baik.
Gaya arsitektur modern telah terbagi pula menjadi 'aliran-aliran' gaya desain, misalnya modern natural, modern minimalis, modern chic, dan sebagainya. Masing-masing memiliki kaidah desain yang spesifik. Desain minimalis misalnya, merupakan aliran modern yang sangat fungsional dan tidak memberi ruang pada bentuk ornamentasi atau hiasan sama sekali (minimal), dan tidak hanya itu, bahkan bentuk bangunan dan penataan denah pun sangat minimalis, segalanya sederhana.
Adapun pada pemilihan furniture, kita bisa menggunakan furniture dengan gaya modern yang sesuai untuk rumah tinggal. Furniture ini, sebagaimana kaidah desain arsitektur modern, juga diilhami dari filsafat modern yang jujur dan tidak banyak berornamentasi. Kesan furniture yang clean, simple dan tanpa hiasan berlebihan adalah ciri khas dari furniture bergaya modern. Desain furniture semacam ini dapat berpadu dengan baik pada rumah-rumah bergaya modern.
Dengan latar belakang ruang-ruang dengan desain modern, desain furniture modern dapat berpadu dengan baik. Pada contoh diatas, sebuah meja makan dengan desain modern menggunakan kaca sebagai daun mejanya. Kursi-kursi yang 'clean look' atau terlihat bersih dan simple memiliki sedikit unsur lengkung pada bagian atasnya yang memberikan kesan manis.
Desain interior rumah bergaya modern dapat bisa menjadi desain yang unik dan menarik bagi Anda bila mengetahui kaidah-kaidah desain ruang interiornya. Bila Anda kesulitan saat mencari furniture dengan desain modern, jangan ragu untuk bertanya kepada penjaga toko tentang furniture bergaya modern yang sesuai untuk ruang rumah bergaya modern Anda. Atau bila memungkinkan, kita bisa menggunakan jasa desainer interior untuk hal ini.

( Sumber: www.astudio.id.or.id, 3 Nopember 2006 )

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )

( Perumahan di Jogja )


Selasa, November 4

Feng Shui: Bolehkah Pintu Utama Membuka ke Arah Luar?

Sebenarnya tidak ada aturan Feng Shui yang khusus mengatur arah bukaan pintu utama. Kalaupun ada, alasannya lebih ke faktor keamanan.
Pintu utama memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga dan sering diibaratkan sebagai pembatas antara wilayah umum dan wilayah pribadi. Ia dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam kehidupan seseorang. Sebab itu, pintu utama biasanya dibuat lebih kokoh atau diberi pengaman yang lebih kuat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Mudah Dilepas
Dalam Feng Shui, memang ada rumusan yang mengatur baik buruknya letak pintu. Tetapi apakah pintu sebaiknya membuka kedalam atau keluar, tidak ada rumusan Feng Shui yang mengaturnya. Hal ini sama seperti boleh tidaknya memasang pintu model dorong ke samping atau rolling door yang menggulung ke atas. Dilihat dari sisi teknik konstruksi, paling benar kalau pintu (khususnya pintu utama) di buka ke arah dalam rumah, sebab kedudukan engsel pintu letaknya tersembunyi, jadi lebih aman.
Engsel pintu bangunan model tradisional (seperti bangunan tradisional China kuno, Jawa, dan Bali) terbuat dari balok kayu yang dibentuk bulat dan menyatu dengan rangka pintu. Kemudian, engsel tersebut diberi pengikat atau ring yang terbuat dari besi/kayu dan diletakkan di belakang balok kusen pintu. Dengan demikian, keamanan pintu menjadi lebih baik dan orang yang bermaksud jahat tidak mudah merusak engsel saat pintu telah terkunci. Sistem kusen dibagian belakang pintu ini, secara otomatis akan mengatur pintu rumah membuka kearah dalam.
Pintu yang membuka ke luar tentu akan memposisikan kusen juga dibagian depan. Pada kusen model sekarang, dengan mudahnya orang dari luar melepas pengait engsel dan melepas pintu. Jadi, posisi ini rawan sebab memudahkan orang yang tidak diinginkan mesuk ke dalam rumah.

Letak Lebih Penting
Dalam penjabaran Feng Shui tradisional, arah bukaan pintu akan dihubungkan dengan faktor rezeki. Rezeki dianggap ditolak atau dibuang keluar, jika arah bukaan pintu keluar.
Banyak pakar arsitektur Indonesia meminta saran penulis (Mas Dian, MRE) untuk kasus seperti diatas, karena berkaitan dengan desain tampak muka rumah yang mereka buat. Pada hematnya, tidak ada larangan arah bukaan pintu ke luar rumah, selama pintu itu memiliki konstruksi yang kuat dan engsel pintu yang terlindung.
Yang lebih penting adalah mengetahui letak pintu yang dimaksud, apakah berada di wilayah yang dapat menarik energi Qi/ hawa rezeki atau justru diwilayah magnetik yang buruk. Tetapi, kalau pemilik rumah tidak berkenan dengan rancangan ini, tidak ada salahnya keinginannya diikuti, sebab perubahan hanya masalah teknis saja.
Kalau arah pintu ke dalam merupakan satu keharusan yang dianggap dapat mendatangkan rezeki, bagaimana dengan pintu rumah yang di bagian depannya ditambah pintu pengaman atau pintu kasa nyamuk yang biasanya di buka kearah luar? Bagaimana dengan pintu kaca dengan engsel tanam yang bisa membuka ke luar dan ke dalam? Apakah rezeki yang masuk juga akan keluar masuk tanpa menyisakan simpanan di kantong? Yang tidak memahami permasalahan tentunya akan mengalami kesulitan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jadi, yang perlu diingat adalah letak pintunya.

( Sumber: Tabloid Rumah, Edisi 66, 02 Agustus 2005 )

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )

( Perumahan di Jogja )

Batu Alam di Ruangan Keluarga

Dewasa ini penggunaan batu alam untuk penghias taman atau untuk penghias dinding pada salah satu bagian teras masih sering dijadikan unsur dekoratif. Pemakaian batu alam tersebut bukan terbatas pada dinding atau teras saja tetapi juga pada ruangan keluarga.
Indonesia merupaka negara yang kaya akan potensi alam dan sumber berbagai bahan alam untuk kebutuhan manusia. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi adalah batu alam yang banyak jenisnya. Misalnya batu pualam atau marmer dari Tulungagung ini dapat dibentuk menjadi berbagai benda hias selain untuk bahan bangunan. Warna dan tesktur serta alur-alur yang terdapat pada batu alam tersebut menjadi hal yang menarik untuk ditonjolkan.
Batu alam lainnya adalah batu paras yang berasal dari Yogyakarta, biasanya dipakai untuk hiasan dengan cara dipahat dan dibentuk relief atau patung. Adapun penampilan fisik dari batu paras ini yaitu ada yang berwarna krem, putih kecoklatan, putih kekuningan, beralur-alur dengan warna lebih gelap atau lebih terang serta bertekstur indah. Batu jenis ini merupakan batu alam yang sering digunakan oleh para perajin karena batu ini tidak keras sehingga mudah dibentuk.
Dewasa ini ada pula batu yang dikenal dengan batu sintetis. Batu sintetis ini merupakan batu buatan yang terbuat dari tepung batu yang dicampur dengan semen atau pasir putih dicampur dengan bahan pengikat lain. Secara fisik batu ini memang menyerupai batu alam, hanya saja kebih ringan. Selain itu, benda kerajinan seperti patung ataupun bentuk dekorasi lain dapat diperbanyak dengan dicetak. Karena itulah harganya bisa lebih rendah daripada benda kerajinan batu yang dipahat satu persatu. Namun, tetap saja keindahan alami berupa tekstur dan alur-alur pada batu tidak dapat ditiru oleh manusia. Penemuan bahan yang penampilannya hampir sama dengan batu yang asli ini memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memilih jenis batu yang dikehendaki. Untuk dekorasi ruang, batu artifisial sama-sama terlihat indah.
Batu alam berbentuk relief kuno pada candi merupakan hasil karya dari seniman-seniman masa lalu. Serpihan dari ornamen candi tersebut masih terlihat manis bila dipadupadankan dengan furnitur atau pernak-pernik modern lainnya dalam ruangan. Salah satu contohnya adalah dari zaman Majapahit berumur ratusan tahun yang ditempatkan pada salah satu sudut ruang di samping lampu duduk dari metal yang berkilat. Koleksi yang berharap ini tidak hanya disimpan di ruang khusus atau di museum, tetapi juga dapat menjadi aksen yang unik pada ruangan keluarga.
Patung-patung replika berupa kepala arca zaman Majapahit dari batu paras dengan bentuk wajah yang diperhalus dan dipercantik ditempatkan pada tiang-tiang besi dengan ketinggian yang berbeda. Penataan tinggi rendahnya dua atau tiga kepala patung menjadi aksen yang indah pada satu sudut ruang tamu atau pada ruang keluarga.
Batu granit atau batu marmer yang lebih keras dari batu paras dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dengan bantuan alat bubut mesin sehingga dapat dibuat bentuk persegi atau bentuk bulat. Dalam hal ini yang ingin diekpos adalah keunikan warna, tekstur dan alur-alur dari batu alam tersebut. Kehadiran vas bunga dan berbagai wadah serta pernak-pernik berwarna abu-abu, krem, broken white dengan bentuk simpel, ikut membantu menciptakan suasana alami di ruang-ruang tamu atau di sudut-sudut ruang keluarga.
Hal-hal tersebut di atas menunjukkan bahwa batu alam yang keras dan alami masih dapat menyatu dengan elegan pada gaya interior etnik, eklektik ataupun modern. Asalkan kita pandai memadumadankan batu alam dengan benda-benda di sekitarnya.

(Sumber: www.griya-asri.com, 10 November 2006)

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

( Perumahan di Jogja)


Jumat, Oktober 24

BAHAN BANGUNAN ALTERNATIF

Lebih Mahal Namun Hemat

Karena serba presisi, praktis, dan tahan lama, pemakaian bahan bangunan alternatif diklaim lebih efisien ketimbang material konvensional.
Material alami seperti kayu makin sulit didapat. Kalaupun ada, harganya mahal dan mutunya makin merosot. "Sebentar saja sudah lapuk atau dimakan rayap," kata Inggrid Lena Wang, Sales Manager Alam Sutera, sebuah perumahan menengah atas di Serpong, Tangerang. Selain itu biaya tukang juga makin mahal.
Karena itu bahan bangunan alternatif yang serba presisi, praktis, ringan, dan tahan lama, makin mendapat tempat di kalangan developer. Tak perlu tukang banyak, waktu pengerjaan lebih ringkas, perawatan mudah, biaya konstruksi lebih murah.
Di antara sekian jenis material alternatif, yang paling berkembang memang panel dari baja ringan, alumunium, PVC dan UPVC (unplasticized polyvinil chloride) sebagai pengganti kayu. Sudah banyak perumahan menengah atas yang menggunakannya. Merek yang beredar pun beragam: Smartruss, Smartframe, Maestro, Broco, Sieben, J-Steel, dan Iain-Iain.
Panel bisa dipakai untuk aneka kebutuhan: rangka dan penutup atap, penutup dinding, partisi, kusen pintu dan jendela, sampai untuk pintu dan jendela itu sendiri. Produk bukan hanya praktis dan ringan tapi juga tahan api, antirayap, dan kedap suara.
Material alternatif lain adalah semen instan. Merek yang leading antara lain Mortar Utama dan Prime Mortar. Pemakaian sesuai peruntukan dan tinggal diberi air (tak perlu dicampur pasir lagi) sehingga lebih irit. Daya rekatnya kuat dan cepat kering.
Semen instan sangat cocok dipasangkan dengan beton aerasi seperti Hebel yang ringan dan presisi. Kombinasi keduanya diklaim menghemat biaya konstruksi, pemakaian semen dan tukang, dan waktu pengerjaan hingga 50 persen dibanding bila menggunakan semen biasa dan batu bata atau betake. Karena itu meskipun harga material alternatif lebih mahal dibanding bahan bangunan konvensional, dengan kelebihan serba praktis, tahan lama, dan mudah dirawat, secara keseluruhan biaya pemakaiannya lebih irit. Apalagi, kalau nanti pengguna makin massal, harga bisa makin murah karena semuanya produk pabrikan.

(Sumber: www.estate.co.id, 02 Mei 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Aquascape

Melengkapi akuarium dengan tanaman ada seninya. Bahkan mendesain aquascape, begitu istilahnya, seperti layaknya membuat desain untuk taman.
Seni membuat taman di dalam air (aquascape) belakangan ini menjadi populer dan merupakan hobi baru bagi kalangan tertentu. Melihat tanaman air dalam suasana yang khas seperti sebuah taman rendam memiliki daya tarik tersendiri. Jernihnya air dan pantulan cahaya lampu seakan-akan merefleksikan beragam jenis dedaunan yang bergoyang lembut seiring dengan gerakan halus aliran air didalam akuarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya, aquascape lebih mengutamakan pada perawatan tamannya bukan kepada ikannya. Hal ini disebabkan karena tidak semua jenis ikan cocok disandingkan dengan tanaman yang jumlahnya mendominasi isi akuarium. Ada jenis-jenis ikan yang menjadi terganggu pertumbuhannya karena tanaman di sekitarnya, dan ada pula jenis ikan yang suka merusakkan tanaman tersebut seperti jenis ikan mas koki.
Pada prinsipnya kehadiran tanaman menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem di dalam air. Secara sederhana hubungan keduanya dijelaskan sebagai berikut. Ikan membutuhkan oksigen untuk pernafasannya dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai buangannya, sebaliknya tanaman menyerap karbon dioksida tersebut sebagai bahan baku selama proses fotosintesis untuk diubah menjadi makanan untuk membangun tubuhnya. Hubungan yang saling menguntungkan tersebut berjalan secara natural di alam. Keuntungan lainnya, tanaman berfungsi sebagai biofilter yang menyerap kotoran dan urin ikan yang lambat laun bisa berakibat racun untuk pertumbuhan ikan itu sendiri.
Tanaman air tersebut ditanam seperti layaknya tanaman darat, yaitu di dalam media tumbuh berupa pasir kuarsa yang dicampur dengan pupuk khusus yang diproduksi khusus untuk aquascape. Supaya terlihat bersih dan tanaman tertahan didalam media tanam, permukaan media dilapis lagi dengan pasir yang masih bersih (tanpa campuran pupuk) dan permukaan tanah dibuat berkontur supaya tampak berdimensi. Susunlah tanaman di dalam komposisi seperti layaknya komposisi di dalam taman. Ukuran, tekstur, karakter tumbuh dan warna disusun bergradasi tinggi rendahnya sehingga terlihat berdimensi dari setiap arah. Komposisi tanaman tersebut juga dapat dikombinasikan dengan pelengkap materi keras dari batu dan kayu yang telah memfosil sebagai ornamen.
Pemakaian batu karang untuk akuarium air tawar ini tidak dianjurkan, karena kandungan kapur yang tinggi dari batu karang tersebut dapat mempengaruhi kualitas air yang berakibat negatif untuk pertumbuhan tanaman.
Lingkungan tumbuh dalam air diupayakan mendekati kebutuhan tanaman. Kebutuhan cahaya misalnya diperoleh melalui sorotan lampu yang kualitasnya menyerupai cahaya natural. Untuk aquascape sebaiknya digunakan lampu fluorescent yang berbentuk tabung yang memiliki beberapa keunggulan seperti hemat energi dan cahaya yang dihasilkan merata tetapi tidak menimbulkan panas. Kelemahannya adalah intensitas terbatas sehingga akan efektif bila ditempatkan pada ketinggian maksimum 60 cm dari permukaan air akuarium. Sebagai contoh adalah akuarium ukuran 70 x 70 x 60 cm (tinggi) menggunakan pencahayaan berkekuatan 7000 Kelvin dengan kapasitas 150 watt yang dinyalakan selama 8 jam sehari.
Suhu di dalam air dijaga agar tidak melebihi 26o C karena lebih dari itu dapat menyebabkan tanaman tidak sehat pertumbuhannya bahkan lambat laun menjadi mati. Untuk menjaga temperatur air perlu digunakan alat tambahan yaitu chiller controlled yang berfungsi sama dengan Air Conditioned (AC) dengan sistem portabel yang dihubungkan dengan air melalui pipa instalasi. Kadar karbondioksida dalam air dijaga dalam kondisi seimbang supaya proses kehidupan dalam air berjalan normal. Untuk mengontrol kadarnya digunakan indikator CO2 yang diletakkan di dalam air. Perubahan warna pada indikator menunjukkan kandungan CO2 dalam air yang mungkin kadarnya cukup, lebih atau kurang.

(Sumber: www.griya-asri.com, 21 February 2007)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)


Aquascape

Melengkapi akuarium dengan tanaman ada seninya. Bahkan mendesain aquascape, begitu istilahnya, seperti layaknya membuat desain untuk taman.
Seni membuat taman di dalam air (aquascape) belakangan ini menjadi populer dan merupakan hobi baru bagi kalangan tertentu. Melihat tanaman air dalam suasana yang khas seperti sebuah taman rendam memiliki daya tarik tersendiri. Jernihnya air dan pantulan cahaya lampu seakan-akan merefleksikan beragam jenis dedaunan yang bergoyang lembut seiring dengan gerakan halus aliran air didalam akuarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya, aquascape lebih mengutamakan pada perawatan tamannya bukan kepada ikannya. Hal ini disebabkan karena tidak semua jenis ikan cocok disandingkan dengan tanaman yang jumlahnya mendominasi isi akuarium. Ada jenis-jenis ikan yang menjadi terganggu pertumbuhannya karena tanaman di sekitarnya, dan ada pula jenis ikan yang suka merusakkan tanaman tersebut seperti jenis ikan mas koki.
Pada prinsipnya kehadiran tanaman menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem di dalam air. Secara sederhana hubungan keduanya dijelaskan sebagai berikut. Ikan membutuhkan oksigen untuk pernafasannya dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai buangannya, sebaliknya tanaman menyerap karbon dioksida tersebut sebagai bahan baku selama proses fotosintesis untuk diubah menjadi makanan untuk membangun tubuhnya. Hubungan yang saling menguntungkan tersebut berjalan secara natural di alam. Keuntungan lainnya, tanaman berfungsi sebagai biofilter yang menyerap kotoran dan urin ikan yang lambat laun bisa berakibat racun untuk pertumbuhan ikan itu sendiri.
Tanaman air tersebut ditanam seperti layaknya tanaman darat, yaitu di dalam media tumbuh berupa pasir kuarsa yang dicampur dengan pupuk khusus yang diproduksi khusus untuk aquascape. Supaya terlihat bersih dan tanaman tertahan didalam media tanam, permukaan media dilapis lagi dengan pasir yang masih bersih (tanpa campuran pupuk) dan permukaan tanah dibuat berkontur supaya tampak berdimensi. Susunlah tanaman di dalam komposisi seperti layaknya komposisi di dalam taman. Ukuran, tekstur, karakter tumbuh dan warna disusun bergradasi tinggi rendahnya sehingga terlihat berdimensi dari setiap arah. Komposisi tanaman tersebut juga dapat dikombinasikan dengan pelengkap materi keras dari batu dan kayu yang telah memfosil sebagai ornamen.
Pemakaian batu karang untuk akuarium air tawar ini tidak dianjurkan, karena kandungan kapur yang tinggi dari batu karang tersebut dapat mempengaruhi kualitas air yang berakibat negatif untuk pertumbuhan tanaman.
Lingkungan tumbuh dalam air diupayakan mendekati kebutuhan tanaman. Kebutuhan cahaya misalnya diperoleh melalui sorotan lampu yang kualitasnya menyerupai cahaya natural. Untuk aquascape sebaiknya digunakan lampu fluorescent yang berbentuk tabung yang memiliki beberapa keunggulan seperti hemat energi dan cahaya yang dihasilkan merata tetapi tidak menimbulkan panas. Kelemahannya adalah intensitas terbatas sehingga akan efektif bila ditempatkan pada ketinggian maksimum 60 cm dari permukaan air akuarium. Sebagai contoh adalah akuarium ukuran 70 x 70 x 60 cm (tinggi) menggunakan pencahayaan berkekuatan 7000 Kelvin dengan kapasitas 150 watt yang dinyalakan selama 8 jam sehari.
Suhu di dalam air dijaga agar tidak melebihi 26o C karena lebih dari itu dapat menyebabkan tanaman tidak sehat pertumbuhannya bahkan lambat laun menjadi mati. Untuk menjaga temperatur air perlu digunakan alat tambahan yaitu chiller controlled yang berfungsi sama dengan Air Conditioned (AC) dengan sistem portabel yang dihubungkan dengan air melalui pipa instalasi. Kadar karbondioksida dalam air dijaga dalam kondisi seimbang supaya proses kehidupan dalam air berjalan normal. Untuk mengontrol kadarnya digunakan indikator CO2 yang diletakkan di dalam air. Perubahan warna pada indikator menunjukkan kandungan CO2 dalam air yang mungkin kadarnya cukup, lebih atau kurang.

(Sumber: www.griya-asri.com, 21 February 2007)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)


ALUMUNIUM DAN BAJA RINGAN

Kokoh, Ringan dan Efisien

Model, desain, dan pilihan warna beragam sehingga bisa dipadukan dengan aneka gaya bangunan.
Alumunium dan baja ringan adalah material favorit pengganti kayu, karena presisi, ringan, praktis, tahan lama (antikarat, antirayap, dan tahan api), tidak mudah penyok, dan tidak memuai atau susut. Perawatan pun mudah. Tinggal disemprot air deterjen atau larutan pembersih lain.
Alumunium dipakai sebagai kusen pintu dan jendela, daun pintu, dan folding door (pintu lipat). Ada yang sudah jadi, ada pula yang dibuat sesuai pesanan (customized). Desain pintu bisa single swing (satu daun) atau double swing, dengan bentuk daun panel utuh atau dilengkapi daun kaca.
Sedangkan model jendela ada yang membuka ke kanan/kiri (casement window) dan ke atas (top hung window), ada yang digeser horizontal (sliding window) atau vertikal (vertical sliding window). Salah satu merek kusen pintu dan jendela adalah Maestro dan M-Win 100 dari PT. YKK AP Indonesia. Pilihan warna silver, coklat, hijau, kuning gading, dan abu-abu.

TIDAK BERISIK
Merek lain Decoprofile, kusen dan daun pintu alumunium dengan motif kayu jati dan pinus selain warna-warna pastel. Profil sudah tersedia berupa panel-panel, sehingga pemasangan mudah dan cepat. Tinggal dirakit dengan sistem saling mengait sebelum dikunci dengan sekrup. Sebelumnya ruang diukur dulu untuk mengetahui kebutuhan panel dan biayanya.
"Ukuran harus akurat. Kalau lebih atau kurang panel nggak bisa dipakai. Beda dengan kayu, kalau lebih masih bisa diserut," kata Malindo Ray Saragih, Marketing Manager PT Trimitra, produsen Decoprofile. Daun pintu lumayan tebal (1,25 - 1,55 mm) sehingga cukup kokoh saat dibuka atau ditutup.
Berat pintu Decoprofile ukuran 90 x 220 misalnya, sekitar 30 - 40 kg atau hampir sama dengan berat pintu kayu jati (40 - 45 kg), dan dilengkapi safety rubber untuk meredam suara. "Jadi, kalau ditutup bunyinya tidak brak, tetapi jlep," jelasnya. Harga sekitar Rp2,2 juta termasuk pemasangan.

BAJA RINGAN
Sedangkan baja ringan digunakan sebagai rangka atap dan plafon serta penutup atap dan dinding. "Material ini ringan. Hanya sembilan kilo per meter persegi. Kayu kamper atau borneo bisa dua kali lipatnya," kata Martha Aswini, National Marketing Manager PT Blue-Scope Lysaght Indonesia (BLI).
Baja ringan adalah paduan baja tipis, alumunium, zinc, dan silicon alloy. BlueScope menamainya zincalum. Dari material ini produsen membuat aneka panel. Panel rangka atap BlueScope misalnya, diberi merek Smartruss.

(Sumber: www.estate.co.id, 02 Mei 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Rumah Multikulturalisme

Tampilan hunian ini memang menginspirasi. Penampilannya yang merupakan perpaduan eksotik antara bangunan tropis, furnitur dan benda seni dari beragam budaya (multikulturalisme) berani melawan arus tren minimalis modern yang sedang digemari saat ini.
Dewasa ini rumah dinilai tidak hanya menjadi tempat tinggal tetapi juga mencerminkan gaya hidup dan kepribadian pemiliknya. Inilah hal yang diyakini oleh Atmadja Tjiptobiantoro pada kediaman keluarganya. Rumah ini dibangun atas kerja sama dengan tim arsitek Bagoes S. Brotodiwirjo dari konsultan Morposa Grya Cipta. Dulu, hunian yang berlokasi di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan ini merupakan rumah tua yang berdiri tahun 70-an. Bangunan utamanya didominasi oleh struktur dari kayu jati dan dirancang bergaya tropis asimetris dengan bukaan pada seluruh sisi hunian sehingga masuknya udara segar dan cahaya alami ke dalam ruang terasa optimal. Kemudian tahun 80-an, keluarga Tjiptobiantoro membeli properti ini sekaligus kaveling yang ditumbuhi kebun rambutan di belakangnya sehingga total lahan mencapai 8000 m2. Selanjutnya, hunian ini diperbaiki guna mengakomodasi kamar-kamar tidur pada lantai mezanin dan memisahkan area publik pada lantai dasar serta halamannya.

Konsep Multikulturalisme
Meskipun berlatar belakang pendidikan arsitektur dan pernah bekerja di sebuah kantor arsitek di Los Angeles Amerika Serikat, Atmadja sangat mengerti dan menjunjung tinggi akar budaya Indonesia. Pengusaha muda yang lahir di Surabaya, Jawa Timur ini menyadari benar bahwa arsitektur di Indonesia merupakan hasil proses panjang sejarah bangsa dan terpengaruh oleh budaya dari berbagai negara lain seperti India, Cina, Jepang, Arab dan Eropa. Koleganya, Bagoes yang juga arsitek alumnus American InterContinental University di Los Angeles, Amerika Serikat, memiliki falsafah yang sama dengan Atmadja. Saat kembali ke Jakarta tahun 90-an, mereka berdua ingin mewujudkan sebuah hunian yang mencerminkan multikulturalisme melalui proses revitalisasi rumah di kawasan Kemang Timur Tujuh. Dengan lokasi yang tersembunyi di antara pohon-pohon tua dan besar serta kontur lahan yang menurun ke arah belakang, rumah tua seluas 3000 m2 ini berubah secara total.
Sebagai tahap awal, Atmadja dan Bagoes ingin menegaskan perpaduan antara arsitektur vernakular dan arsitektur yang dipengaruhi budaya Asia dan Eropa. Untuk tata ruang hunian, arsitek mengadopsi konsep hunian di Cina yaitu terdiri dari gerbang masuk utama, pagar tinggi yang mengelilingi lahan dan massa bangunan yang berorientasi ke arah taman dalam / inner courtyard di bagian tengah rumah. Alur antarruang mulai dari pagar muka sampai dengan halaman belakang ditata ulang. Selanjutnya alur tersebut dibagi menjadi beberapa babak dengan menonjolkan keunikan setiap bagian hunian. Mula-mula, gerbang utamanya difungsikan sebagai garasi dan pos satpam dengan nuansa Jawa kolonial yang di beri nama Lalijiwo. Panel jati berukir di atas pintu gerbang ini merupakan hasil bongkaran sebuah hotel tua di Batavia pada zaman Belanda yang menjadi acuan bagi setiap ukiran dalam bangunan utama.
Tahap berikutnya adalah pengolahan bangunan utama dan sayap tambahan pada bagian selatan yang kini berfungsi sebagai kantor konsultan. Namun, sosok bangunan tropis asimetris dengan focal point berupa konstruksi mezanin dan plafon kayu serta beranda lebar di setiap sisi rumah tetap dipertahankan. Taman dalamnya ditumbuhi oleh pohon peneduh seperti kecapi dan rambutan dan tanaman perdu berupa pandan. Saat melangkah masuk, kita akan menemui ruangan luas yang terdiri dari area foyer, area duduk dan tangga. Ruang ini memiliki ketinggian plafon yang berbeda dengan langit-langit area duduk dan tangga yang tingginya sekitar 5 m sehingga dapat dimanfaatkan menjadi mezanin untuk dua buah kamar tidur di lantai atas. Ciri khas ruangan ini adalah berupa konstruksi mezanin dan plafon kayu jati ekspos, penutup lantai berupa ubin terakota tua, deretan pintu berkisi-kisi dan koleksi benda seni khas Asia sehingga ruangan ini dinamakan ruang Ganesha.
Beranjak ke arah belakang, kita akan menemui ruang duduk bergaya minimalis modern dengan bukaan luas menghadap ke arah taman dan gazebo beratap joglo di halaman samping. Ruangan yang lantai, dinding dan plafonnya berwarna putih polos ini memang dimaksudkan untuk memberi “jeda” sekaligus kejutan / surprise setelah kita “lelah” memperhatikan detail dan dekorasi berat pada ruang-ruang sebelumnya. Selain furnitur berupa buit in sofa dan sepasang kursi tahun 50-an, ruangan ini juga dilengkapi dengan bunyi gemercik air pada kolam hias dan patung Budha yang menebarkan aura ketenangan sehingga ruang ini dinamakan ruang Avelokitesvara. Di ruangan berikutnya, tampak sebuah ruang jamuan resmi berukuran besar dan memiliki bukaan di semua sisi. Ruangan yang menghadap ke arah pendopo agung, ini juga dikelilingi oleh kolam, jalan setapak dan taman tropis. Ruangan ini berhasil menjadi pusat perhatian dan “klimaks” dari seluruh alur kegiatan dalam hunian.
Ruangan makan formal ini dinamakan ruang Mahameru karena dirancang bergaya Jawa kolonial dengan deretan pilaster pada dinding, plafon setinggi 7 m, pintu setinggi 3 m, penutup lantai dari batu pualam poles dan furnitur bergaya Eropa klasik (Italian baroque). Sepasang lampu gantung dari Burma, cermin besar dan meja konsol dari Eropa dan rangkaian lilin setinggi 2,7 m (torchere) memberikan kesan yang anggun dan magis pada ruangan tersebut. Sebagai penutup meja makan, digunakan kain batik bercorak Naga Seba khas Cirebon. Dari ruang ini, kita dapat menikmati taman dan pelataran terbuka yang tenang dan beraura mistis sehingga disebut Tirta Hening. Area yang biasa dipakai untuk pesta kebun ini menunjang konsep rumah tropis yang dikelilingi oleh lanskap hijau. Di taman samping juga terdapat gazebo berupa rumah kudus joglo berusia sekitar 200 tahun yang melengkapi keanggunan hunian ini.

Konsep Taman
Konsep lanskap pada Rumah Kemang Timur Tujuh ini lebih difokuskan sebagai penyeimbang ruang terbuka yang memberikan efek keteduhan sebagai ciri utama pada rumah di lingkungan tropis. Karena itu, konsep hijauan lebih ditata sebagai taman tropis dengan gaya yang agak “liar”. Di sini aspek keteduhan lebih diutamakan dibandingkan dengan aspek visualnya.
Beberapa innercourt dibentuk di antara massa bangunan yang fungsinya sebagai “kantung” untuk melancarkan aliran udara segar ke ruang-ruang dalam. Pohon yang tinggi dengan tanaman gantung dan semak-semak menjadi latar belakang pemandangan yang tampak dari setiap ruang-ruang dalam yang selalu memiliki bukaan ke arah luar. Diantara komposisi hijau dihadirkan pula unsur air dalam beragam desain.
Jalur pedestrian menghubungkan antarmassa bangunan yang terpisah. Jalur akses dengan bahan pengerasan permanen menegaskan alur agar pengguna tidak menjadi kehilangan arah ketika mengunjungi sudut-sudut taman yang sangat luas ini. Sebuah gazebo berupa joglo khas dari Jawa yang terletak di samping bangunan induk dimanfaatkan sebagai ruang duduk semi outdoor berukuran mungil. Penempatan joglo sengaja dibuat lebih rendah dari posisi rumah induk untuk memberikan dimensi yang lebih baik. Kolam air rendam mengelilingi bangunan joglo dengan tanaman ginger dan pandan khas tanaman tropis Indonesia. Hal ini menjadikan hunian ini semakin menegaskan kesan tropis nusantara pada taman ini.
Petak-petak berupa kolam rendam yang diisi tanaman air menjadi latar depan yang memisahkan teras bangunan induk dengan Taman Tirta Hening yang dipakai untuk acara santai seperti pesta kebun. Suasana eksotik tercipta di sekitar area ini, dengan bangunan joglo yang berada di seberang kolam renang sebagai eye catcher di antara permukaan datar air yang hening. Di pagi hari refleksi kanopi pepohonan yang terpantul dari permukaan air yang tenang menambah suasana menjadi “dramatis”.

( Sumber: www.griya-asri.com, 04 Juni 2007 )

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )

( Perumahan di Jogja )

Kamis, Oktober 9

Meraih Keakraban dengan Alam

Bila rumah kayu yang merupakan modifikasi bangunan Austronesia ini penuh dengan bukaan. Jendela dan pintu yang dapat dibuka lebar serta dinding yang berkisi-kisi menjadi salah satu cara untuk dapat akrab dengan alam. Bangunan yang berada di kaki gunung Arjuna ini merupakan salah satu dari berbagai vila yang berada didalam kampung wisata pendidikan alam dan budaya Kaliandra di Jawa Timur. Komitmen terhadap segala sesuatu yang serba ramah lingkungan menjadi acuan dasar konsep pengembangan semua fasilitas dan kegiatan di dalam area wisata ini, termasuk konsep pengembangan bangunan vila sebagai penunjang aktivitas wisata.
Arsitektur bangunan vila merupakan modifikasi dari bangunan kayu berbentuk panggung yang merupakan ciri dari rumah-rumah di wilayah Austronesia, yaitu wilayah kepulauan yang tersebar di samudra Pasifik. Beberapa wilayah di pesisir Indonesia Timur seperti Sulawesi Utara dan Maluku banyak menggunakan tipikal bangunan seperti ini.
Modifikasi paling nyata yaitu dengan memanfaatkan bagian dasar panggung yang biasanya hanya diperuntukkan sebagai struktur kaki-kaki dan tangga kemudian diubah menjadi ruang-ruang komunal yang fungsional. Bagian ini dioptimalkan fungsinya menjadi ruang duduk keluarga yang didesain menyerupai amben supaya terasa lebih nyaman dan berfungsi serba guna untuk menunjang aktivitas layaknya sebuah vila.
Hampir keseluruhan material bangunan yang berukuran 4 x 6 m ini menggunakan material kayu. Beberapa jenis kayu digunakan untuk menampilkan karakter dan disesuaikan dengan fungsinya. Untuk struktur utama digunakan kayu merbabu sedangkan kayu meranti untuk kuda-kuda dan usuk. Jendela dan pintu menggunakan kayu kamper dan kayu jati untuk bagian yang membutuhkan daya yang lebih kuat seperti railing tangga dan balkon. Bidang dinding yang dibuat berkisi menggunakan kayu durian. Jenis kayu ini juga digunakan sebagai penutup plafon di setiap lantai. Adapun penutup atap digunakan kayu ulin yang tahan dengan perubahan cuaca dan dipotong tipis untuk menghasilkan desain yang lebih ringan dan bagus. Sebagian bidang dinding menggunakan bata ekspos terutama untuk area basah seperti kamar mandi. Semua kayu dan bata di-finishing natural karena itu hanya menggunakan bahan coating transparan sehingga masih menampilkan karakteristik alaminya.
Cahaya dan udara diupayakan dapat masuk dan mengalir ke dalam vila secara maksimal. Bukaan pintu dan jendela saling berhadapan sehingga menjamin aliran udara mengalir lancar. Dinding yang berdampingan dengan tangga sebagai area sirkulasi dibuat menyerupai kisi-kisi vertikal sehingga aliran udara di dalam rumah menjadi lebih lancar.
Lantai atas yang diperuntukkan untuk kamar tidur hampir setengah bidangnya merupakan jendela berkisi-kisi yang dapat dibuka lebar sehingga pemandangan ke arah lembah dan perbukitan di sekitarnya menjadi bagian dari konsep ruang-ruang dalamnya.
Ada dasarnya proyek ini berada di atas tapak yang spesifik, sehingga perencanaan dan perancangan bangunan melalui tahap penyesuaian dan penyeleksian terhadap komunitas-komunitas yang ada. Dengan demikian, yang menjadi perhatian utama pada waktu proses perancangan adalah kontrol bangunan terhadap iklim, temperatur, udara, matahari serta berbagai sumber-sumber alami yang sudah ada sebelumnya.
Semua bagian dirancang dan dikerjakan di Sulawesi Utara untuk selanjutnya dipasang di lapangan dengan sistem built in. Antarsambungan pada konstruksi utama dibuat berongga sehingga terdapat celah dan tidak masif. Dengan sistem mobile seperti ini diharapkan fondasi vila tahan terhadap pergeseran permukaan tanah, yang merupakan hal paling sering ditemui di lokasi yang berada di lereng gunung. Kesemuanya ini merupakan upaya untuk dapat beradaptasi terhadap lingkungan. Namun, konsep seperti ini perlu diuji dalam menghadapi bencana alam.

(Sumber: www.griya-asri.com, 10 November 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Rabu, September 24

Hong Shui Letak Tanaman

Pilah Pilih Tanaman Rumah

Semua jenis tanaman boleh ditanam di rumah. Meski begitu, menurut perhitungan hong shui, letaknya harus tepat sesuai jenis tanamannya. Jika salah memilih tempat, akibatnya bisa berbahaya.
Tanaman di halaman rumah, selain dimanfaatkan sebagai taman, juga memberi keteduhan. Namun, tahukah anda jika ditilik dari perspektif ilmu hong shui, tidak semua jenis tanaman boleh ditanam di sembarang tempat?
Perhitungan ilmu hong shui mengatakan bahwa semua jenis tanaman itu bermateri dasar atau berelemen kayu. Namun, setiap jenis tanaman memiliki perbedaan dari bentuk dan warnanya. Itu sebabnya, membedakan tanaman berdasarkan bentuk dan warna merupakan hal yang penting bagi pemilik rumah.
Pasalnya, jika salah menanam, hal itu akan berakibat celaka pada orang yang menanamnya. Misalnya, menanam pohon pisang di halaman rumah yang bisa mengakibatkan keretakan rumah tangga, atau tanaman bugenvil yang dapat menghambat perjodohan.
Menurut pakar geomansi dan grafik keberuntungan, Hong Xiang Yi, pendapat seperti diatas tidak sepenuhnya benar. Ini disebabkan oleh beberapa persepsi yang berbeda mengenai keberadaan tanaman di halaman rumah. Misalnya saja menyangkut tanaman rimbun yang menyelubungi rumah. Ada pandangan yang mengatakan bahwa hong shui rumah seperti ini sebetulnya bagus. Namun, pandangan lain menyatakan tidak boleh banyak menanam pepohonan di halaman rumah.
Intinya, keberadaan tanaman di halaman rumah tidak serta merta merugikan atau menguntungkan manusia. Yang pasti, untung atau buntungnya, terletak pada penyesuaian antara tanaman dan lokasi tempat tanaman itu ditanam. “Dalam hal ini harus dilihat kasus per kasus. Jadi, kita tidak boleh menggeneralisasinya, tetapi tergantung pada hong shui nya, yaitu bangunan per bangunan. Jadi, bukan dari orangnya,”ujar Xiang Yi menjelaskan.
Di dalam ilmu hong shui dikenal beberapa jenis tanaman yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. Sebut saja tanaman berduri yang bisa mencelakakan manusia, seperti bugenvil, mawar, dan kaktus. Menurut ilmu hong shui, tanaman seprti ini mesti dihindari dari lintasan yang sering dilalui oleh manusia. Mengapa? Alasannya sederhana saja, agar penghuni terhindar dari duri tajam tanaman tersebut. Tempat yang direkomendasikan adalah sudut luar rumah.
Lantas, bagaimana dengan energi dari tanaman tersebut yang akan masuk ke dalam rumah? Menurut Xiang Yi, tanaman kaktus yang berduri itu tidak terlalu signifikan dalam memengaruhi chi (energi) yang masuk ke dalam rumah. “Jadi, selama ini orang mengatakan macam-macam tentang tanaman berduri itu tidak benar. Kalau memang benar, tanaman kaktus bisa tidak laku,” kata Xiang Yi, sambil tertawa.
Selain tanaman berduri, sebaiknya kita juga perlu menghindari tanaman yang memiliki bau menyengat, seperti cabai, dan pisang-pisangan bali yang berwarna merah berbentuk lancip meyerupai lambang api. Yang lainnya adalah tanaman kelapa. Tanaman lain yang mesti mendapat perhatian adalah bambu. Didalam perspektif hong shui, jenis tanaman ini memainkan fungsi sebagai penyaring energi. Ini dikaranakan daunnya yang lembut dianggap dapat meloloskan angin.
Selain daunnya yang dianggap dapat meloloskan angin, tanaman bambu sendiri memang memiliki satu fungsi luar biasa. Misalnya, jika penghuni sebuah rumah membutuhkan energi dari air, ia dapat menanam pohon bambu untuk menutupi sebuah empang atau kolam. Dengan demikian, energi dari empang atau kolam tersebut dapat menembus dedaunan dan membawa energi itu masuk ke dalam rumah. Sedangkan pantulan cahaya dari air kolam atau empang itu akan tertutup rimbun daun bambu.
Memang banyak jenis tanaman lain yang memiliki fungsi tersendiri, jika ditanam di lokasi yang tepat. Dan, kebanyakan tentu memiliki dasar pertimbangan yang rasional.

(Sumber: Majalah Bisnis Properti, Agustus 2005)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Senin, September 8

Cantik dengan kaca patri

Jika mendatangi gereja atau masjid kita kerap menjumpai dekorasi kaca patri (stained glass) pada dinding, jendela dan pintunya. Selain lebih indah, kaca patri pada rumah ibadah itu juga memberikan suasana lebih khidmat, agung, dan damai.
Pada jaman Belanda, kaca patri sudah menjadi elemen arsitektur penting. Terbukti bangunan-bangunan kuno disekitar kita banyak yang dihiasi kaca patri, seperti museum dan gedung perkantoran.
Untuk rumah tinggal, kaca patri dapat mempercantik interior dan eksterior. Kaca dipasang pada jendela, pintu utama, pintu geser dan partisi, sampai kubah atau langit-langit rumah (dome). Keindahan kaca patri terletak pada permainan bentuk, warna, motif, dan efek pencahayaannya.
“Bila kena sinar matahari kaca patri akan memantulkan kembali sinarnya seakan-akan they are dancing light inside the glass, cahaya yang menari-nari didalam kaca”, tutur Bryan Yaputra, pengusaha kaca patri Eztu Glass. Pantulan cahaya dari kaca patri itulah yang membuat suasana interior terasa damai dan hangat. Selain itu kaca patri mengurangi suhu panas ruangan.
Disebut kaca patri karena pembuatannya dengan cara dipatri. Bahannya dari potongan-potongan kaca kemudian dirakit atau dipatri sesuai dengan desain yang diinginkan. Bahan dasarnya kaca warna-warni impor, kaca brazil bertekstur atau kaca kulit buaya.
Menurut Fudjastata, pemilik Tata Glass Desain, desain dibuat diatas kertas sesuai ukuran aslinya. Kaca warna kemudian dipotong dengan tebal 6 mm. Merakitnya menggunakan rangka seng, timah, atau kuningan. Konsumen tinggal memilih desain maupun rangkanya. “Harga kaca patri dengan rangka kuningan paling mahal karena lebih kokoh”, katanya.
Dulu panel kaca patri hanya kaca patri tok, sekarang tampilannya lebih baik. Panel kaca dibuat tiga lapis yang oleh para perajinnya disebut triplon glass. Kaca patri ditempatkan ditengah sedangkan lapisan luar dan belakang kaca polos atau tempered 5 mm. Sistem lapis ini membuat kaca tidak bocor kala hujan, bermanfaat sebagai peredam suara, dan memudahkan perawatan.
Bentuk dan motif kaca patri sangat beragam: binatang, tumbuhan, batik, dan desain geometris. Untuk desain tertentu seperti gambar Yesus, Eztu Glass menerapkan sistem pemanasan. Potongan kaca yang diberi cat dipanaskan hingga 500 derajat. Eztu Glass juga mengadopsi seni pelumeran, yakni pelumeran jenis kaca float dan kaca warna.
“Teknik itu menghasilkan warna-warni lebih mempesona”, kata Bryan yang baru menyelesaikan restorasi museum Dr Sun Yat Sen di Hongkong. Sebagai perpaduan seni lukis dan patri, pembuatannya harus teliti. Kebanyakan dibuat secara hand made meski ada juga yang menggunakan mesin seperti Eztu Glass.
Panel kaca patri setinggi dua meter dan lebar satu meter, buatan Tata Glass harganya mulai dari Rp. 550 ribu/m2, tergantung ukuran dan kerumitan desain. Sementara bryan menolak menyebut harga Eztu Glass. Agar keindahannya maksimal penempatan harus memperhatikan faktor pencahayaan. Kalau tidak kaca patri akan terlihat suram.
Penempatan juga harus disesuaikan dengan desain rumah dan lansekap. Motif kembang biasanya untuk jendela dan pintu. Kalau kena sinar motifnya terasa hidup. Jika digunakan untuk partisi ruangan usahakan mendapatkan pantulan cahaya lampu dari balik kaca patri.
Merawat kaca patri mudah. Karena dibuat berlapis dengan kaca polos, yang dibersihkan hanya kaca polosnya saja. Cukup lap dengan busa atau kain basah bersabun. Sedangkan untuk membersihkan noda-noda hitam yang hinggap pada pinggir atau sela-sela kaca, gunakan kape. Congkel kotoran dengan hati-hati agar tidak menggores lapisan atas kaca patri.

(Sumber: Majalah Estate, Agustus 2007)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)