Senin, Maret 29

Dinding Bata Tempel Hias Imitasi dari Bubur Kertas

     Untuk menghasilkan dinding yang lebih ekspresif, tak melulu polos dengan polesan cat, biasanya kita memberikan 'sentuhan' khusus pada dinding rumah. Caranya tentu saja bermacam-macam. Sebagian dari Anda mungkin lebih memilih wallpaper untuk menghadirkan warna-warni dan motif yang lebih hidup. Itu sah-sah saja. Tapi jika lebih menginginkan kesan alami dan unik, Anda bisa memilih batu alam atau batu bata untuk ditempelkan di dinding rumah.
     Kesan unik pastilah akan menarik perhatian. Tapi batu alam atau batu bata terkesan berat, dan mempunyai warna tersendiri yang kadang tak senada dengan furnitur rumah. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuat batu bata dari bahan bubur kertas yang bisa diwarnai sesuai keinginan Anda.
     Bahan baku batu bata imitasi ini adalah kertas koran bekas dicampur dengan semen putih, air, dan perekat. Meskipun terbuat dari bubur kertas, toh bata imitasi ini mampu menambah keindahan ruangan di rumah Anda. Rumah terasa lebih nyaman dan terkesan ringan, tak seperti batu bata asli yang tiga kali lebih berat.
     Batu bata imitasi ini juga memudahkan Anda dalam hal pemasangan, karena bisa dibongkar. Tak perlu membayar tukang, karena Anda sendiri bisa memasangnya dengan cepat. Waktu yang dibutuhkan paling hanya delapan jam, di luar pekerjaan plester aci dan finishing. Jika bahan batu bata imitas telah Anda siapkan, maka yang pertama harus dilakukan adalah periksa kelurusan dari permukaan dinding yang sudah diplester. Ukur dengan cermat dinding yang akan dipasang batu tempel hias. Jika batu tempel hias itu membentuk alur motif, pastikan sudah tersusun dengan benar.
     Lalu tuang lem putih PVC Fox atau lem silikon (glue gun) pada empat sudut bagian belakang batu tempel hias. Pasang satu per satu, dimulai dari bagian bawah ke atas. Kemudian tekan dengan bantuan tangan dan diamkan satu atau dua menit. Pastikan batu sudah menempel pada dinding. Lakukan coating secara merata di permukaan dinding untuk menjadi daya tahannya.
     Perhatikan aktivitas di ruangan, jika Anda memutuskan untuk memakai dinding batas imitasi dari bubur kertas ini. Andai ruangan sering dilalui orang, sebaiknya pemakaian tidak di seluruh dinding. Area dinding yang sering terbentur akan membuat bata imitasi cepat lepas.
     Jika ingin memasangnya di teras atau ruang luar, pasanglah setinggi 100 sentimeter dari permukaan lantai. Ini untuk menghindari tampias air hujan. Jika ingin memasang aksesori dinding seperti lukisan, tancapkan paku di celah nat bata tempel hias agar paku tertahan kuat dan tidak merusak.
     Untuk menjaga keawetan, lakukan coating minimal enam bulan sekali. Membersihkan dinding batu bata tempel hias bubur kertas tidak dianjurkan menggunakan bahan kimia yang berakibat dinding menjadi rusak. Gunakan vacuum cleaner yang ujungnya menggunakan bulu untuk membersihkannya. Atau cukup memakai kemoceng (bulu ayam) dan lap kain kering.
     Jika dinding penuh kotoran dan debu, Anda bisa menggunakan lap kain basah. Namun peras dulu sebelum kain basah digunakan. Makin basah dinding, makin berkurang daya tahannya. (Devita/idea/berbagai sumber)

(Sumber: www.suarakarya-online.com, 27 Oktober 2005)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Selasa, Maret 23

Cegah Retak Dari Awal

Ungkapan “lebih baik mencegah daripada mengobati” berlaku juga untuk kasus retak. Walaupun rumah “hanya” mengalami retak yang masuk kategori tidak berbahaya, tetap saja perbaikannya bikin repot. Lebih baik, lakukan hal-hal berikut agar keretakan tidak perlu terjadi.

1. Saat membangun rumah, jangan sampai ada korupsi ukuran dan bahan. Apalagi saat pengerjaan struktur. Artinya, bila memang ukuran pondasi batu kali harus selebar 60 cm, jangan dijadikan 50 cm hanya karena ingin mengirit biaya. Biaya dapat diirit ditempat lain. Seperti pemilihan finishing yang tidak terlalu mewah, misalnya.
Jika ukuran dan bahan dikurang-kurangi akibatnya konstruksi jadi tidak stabil dan keretakan di dinding-baik struktural maupun non struktural-akan sering terjadi.

Sabtu, Maret 20

BERBENAH RUMAH TANPA MASALAH Bagian 2

Borongan & Sendiri

Untuk pembayaran, bisa dipilih beberapa cara:
1.Cost and fee
Bayar tukang sendiri, sementara material yang dibeli, langsung dibayar. Ini cara paling aman, tidak ada mark-up tapi perlu kontrol karena harus mencari/membeli material dan mengawasi tukang sendiri. Jika tidak diawasi, bisa-bisa muncul banyak masalah di tengah jalan. Minta tolong saudara atau tukang dari satu daerah, adalah alternatif yng bisa dipilih.
2.Borongan
Caranya dengan membayar baik material atau tuknag sekaligus atau tahu beres. Lebih mudah meski memang lebih mahal, karena kontraktor harus menanggung sendiri jika tukangnya melakukan kesalahan.
Jika ingin mencari tukang borongan juga bisa. Artinya, bayar harga borongan, terserah mau dikerjakan berapa tukang. Agar lebih mudah, cari satu toko bangunan dan bayar akhir minggu saja. Periksa bon di akhir pekan dan hitung berapa tukang atau jam kerja.
Perhitungan waktu

Rabu, Januari 27

BERBENAH RUMAH TANPA MASALAH Bagian 1

Rencana merenovasi rumah sering membuat kepala pusing tujuh keliling. Perencanaan dan penentuan anggaran yang matang adalah kunci berhasil-tidaknya sebuah renovasi. Yuk, ikuti langkah praktis yang bisa dijadikan panduan melakukan renovasi.
Benar, membeli rumah dari pengembang tentu berbeda dengan membangun sendiri. Selain faktor kepuasan batin, membangun rumah sendiri membuat kita lebih leluasa menentukan ruangan yang kita inginkan. Kebutuhan akan renovasi lebih besar jika membeli rumah dari pengembang. Lalu, bagaimana jika melakukan renovasi? Seberapa perlu dilakukan, serta kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

Alasan Renovasi :

1.Expand
Artinya, penghuni rumah bertambah sehingga perlu ruang tambahan. Bisa ke samping karena ada sisa lahan/halaman atau ke atas karena keterbatasan lahan. Yang lebih sulit adalah ke atas, karena lantai di bawah mau tidak mau akan terganggu dan ada bagian bangunan yang rusak. Beda dengan renovasi ke samping yang relatif tidak mengganggu penghuni rumah.

Senin, Januari 5

Kiat-kiat Memilih "KPR"

KPR sama dengan Cinta Mati

Ya....Sama seperti Anda dan pasangan yang bersumpah setia sehidup semati dalam perkawinan, memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah teken "cinta mati". Soalnya, mengambil KPR berarti Anda dan bank berada dalam hubungan lama, minimal 5 tahun. So, bijaksanalah dalam memilih bank.
Maka, untuk mempertahankan kelanggengan "cinta mati" itu, Anda mesti:
1. Memilih hanya bank sehat. Artinya, bank tersebut memiliki kinerja keuangan berikut penataan usaha yang baik. Apa pasal? Sertifikat rumah Anda kan bakal dipegang bank selama masa kredit bukan?
2. Memilih bank yang benar-benar fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Hitungannya, rekam jejak atawa track record bank pilihan Anda terbukti baik.
3. karena konsumen adalah raja, Anda mesti memilih bank yang menyediakan jawaban atas kebutuhan akan kredit perumahan secara akomodatif. Ini berarti, bank pilihan Anda unggul dalam variasi produk mulai dari fleksibilitas plafon pinjaman dan angsuran.
4. Anda menghitung dengan cermat biaya-biaya yang mengikuti pengambilan KPR. Bijaksana kalau Anda tak terpaku pada iming-iming bunga rendah. Bisa jadi, bunga rendah justru diikuti oleh beban biaya lain yang lebih besar.

(Sumber: www.arsitekturmedia.blogspot.com, 21 Agustus 2007)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Hoki di Tusuk Sate

Umumnya, setiap orang yang ingin membeli rumah sering menghindari posisi tusuk sate. Padahal, rumah tusuk sate tidak akan masalah jika penghuninya memiliki Kua 2, 5, dan 9. sebab, ketiga Kua itu termasuk yang paling kuat ketika menghadapi energi dari tusuk sate.
Orang dengan Kua 2, 5, 9 juga memiliki peruntungan yang tinggi dan akan menikmati kemakmuran jika tinggal dirumah tusuk sate. Bisa dikatakan rumah tusuk sate itu malah membawa hoki. Secara logika, rumah ini memiliki aliran chi paling keras karena didepannya terdapat lorong. Alhasil, chi yang kuat itu akan memberikan hoki yang berlimpah.
Bagi orang yang memiliki Kua yang tidak kuat dan sudah terlanjur menempati rumah tusuk sate, ada dua solusi pemecahannya. Pertama, menggunakan perhitungan Ba Zi, yaitu delapan unsur yang memberi tanda tentang energi dari orang tersebut. Kalau Ba Zi nya bagus, tentu itu akan membantu sang penghuni. Kedua adalah dengan menggunakan hitungan Flying Star (bintang terbang). Kalau duduk dalam Flying Star, setiap sektor tergantung pada arah menghadap kerumah, sebab itu namanya bintang bumi. Kalau bintang buminya mendukung orang tersebut, ia tidak masalah jika tinggal di rumah tusuk sate.

(sumber: majalah Bisnis Properti, Februari 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)



Kamis, Desember 11

BAHAN BANGUNAN ALTERNATIF - Lebih Mahal Namun Hemat

Karena serba presisi, praktis, dan tahan lama, pemakaian bahan bangunan alternatif diklaim lebih efisien ketimbang material konvensional.
Material alami seperti kayu makin sulit didapat. Kalaupun ada, harganya mahal dan mutunya makin merosot. "Sebentar saja sudah lapuk atau dimakan rayap," kata Inggrid Lena Wang, Sales Manager Alam Sutera, sebuah perumahan menengah atas di Serpong, Tangerang. Selain itu biaya tukang juga makin mahal.
Karena itu bahan bangunan alternatif yang serba presisi, praktis, ringan, dan tahan lama, makin mendapat tempat di kalangan developer. Tak perlu tukang banyak, waktu pengerjaan lebih ringkas, perawatan mudah, biaya konstruksi lebih murah.
Di antara sekian jenis material alternatif, yang paling berkembang memang panel dari baja ringan, alumunium, PVC dan UPVC (unplasticized polyvinil chloride) sebagai pengganti kayu. Sudah banyak perumahan menengah atas yang menggunakannya. Merek yang beredar pun beragam: Smartruss, Smartframe, Maestro, Broco, Sieben, J-Steel, dan Iain-Iain.
Panel bisa dipakai untuk aneka kebutuhan: rangka dan penutup atap, penutup dinding, partisi, kusen pintu dan jendela, sampai untuk pintu dan jendela itu sendiri. Produk bukan hanya praktis dan ringan tapi juga tahan api, antirayap, dan kedap suara.
Material alternatif lain adalah semen instan. Merek yang leading antara lain Mortar Utama dan Prime Mortar. Pemakaian sesuai peruntukan dan tinggal diberi air (tak perlu dicampur pasir lagi) sehingga lebih irit. Daya rekatnya kuat dan cepat kering.
Semen instan sangat cocok dipasangkan dengan beton aerasi seperti Hebel yang ringan dan presisi. Kombinasi keduanya diklaim menghemat biaya konstruksi, pemakaian semen dan tukang, dan waktu pengerjaan hingga 50 persen dibanding bila menggunakan semen biasa dan batu bata atau betake. Karena itu meskipun harga material alternatif lebih mahal dibanding bahan bangunan konvensional, dengan kelebihan serba praktis, tahan lama, dan mudah dirawat, secara keseluruhan biaya pemakaiannya lebih irit. Apalagi, kalau nanti pengguna makin massal, harga bisa makin murah karena semuanya produk pabrikan.

(Sumber: www.estate.co.id, 02 Mei 2006)

(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

(Perumahan di Jogja)

Sabtu, November 8

Furnitur Rumah Modern

Rumah bergaya modern berkembang dengan pesat akhir-akhir ini, yang ditunjang dengan gaya hidup modern dalam masyarakat kita. Gaya hidup modern ini berdampak luas, antara lain pada pengolahan gaya arsitektur rumah tinggal. Modern memiliki arti 'saat terkini'. Pada arsitektur rumah tinggal, ini artinya gaya paling 'terkini'. Meskipun demikian, sebenarnya gaya arsitektur tersebut juga telah bergeser menjadi postmodern. Sementara ini postmodern masih belum begitu berkembang baik dari segi filsafat maupun hasil-hasil kreasi arsitekturnya di negara kita.
Adapun rumah bergaya arsitektur modern, telah berkembang dengan pesat di Indonesia. Gaya ini memiliki ciri khas kejernihan dan kejujuran desain. Seringkali tampak pada penggunaan bahan bangunan yang jujur, misalnya penggunaan batuan ekspos atau finishing tembok tanpa dicat, finishing kamprot, dan sebagainya. Penggunaan detail bentuk gaya juga sangat minimal, yang menganut 'less is more', makin sedikit hiasan makin baik.
Gaya arsitektur modern telah terbagi pula menjadi 'aliran-aliran' gaya desain, misalnya modern natural, modern minimalis, modern chic, dan sebagainya. Masing-masing memiliki kaidah desain yang spesifik. Desain minimalis misalnya, merupakan aliran modern yang sangat fungsional dan tidak memberi ruang pada bentuk ornamentasi atau hiasan sama sekali (minimal), dan tidak hanya itu, bahkan bentuk bangunan dan penataan denah pun sangat minimalis, segalanya sederhana.
Adapun pada pemilihan furniture, kita bisa menggunakan furniture dengan gaya modern yang sesuai untuk rumah tinggal. Furniture ini, sebagaimana kaidah desain arsitektur modern, juga diilhami dari filsafat modern yang jujur dan tidak banyak berornamentasi. Kesan furniture yang clean, simple dan tanpa hiasan berlebihan adalah ciri khas dari furniture bergaya modern. Desain furniture semacam ini dapat berpadu dengan baik pada rumah-rumah bergaya modern.
Dengan latar belakang ruang-ruang dengan desain modern, desain furniture modern dapat berpadu dengan baik. Pada contoh diatas, sebuah meja makan dengan desain modern menggunakan kaca sebagai daun mejanya. Kursi-kursi yang 'clean look' atau terlihat bersih dan simple memiliki sedikit unsur lengkung pada bagian atasnya yang memberikan kesan manis.
Desain interior rumah bergaya modern dapat bisa menjadi desain yang unik dan menarik bagi Anda bila mengetahui kaidah-kaidah desain ruang interiornya. Bila Anda kesulitan saat mencari furniture dengan desain modern, jangan ragu untuk bertanya kepada penjaga toko tentang furniture bergaya modern yang sesuai untuk ruang rumah bergaya modern Anda. Atau bila memungkinkan, kita bisa menggunakan jasa desainer interior untuk hal ini.

( Sumber: www.astudio.id.or.id, 3 Nopember 2006 )

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )

( Perumahan di Jogja )


Selasa, November 4

Feng Shui: Bolehkah Pintu Utama Membuka ke Arah Luar?

Sebenarnya tidak ada aturan Feng Shui yang khusus mengatur arah bukaan pintu utama. Kalaupun ada, alasannya lebih ke faktor keamanan.
Pintu utama memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga dan sering diibaratkan sebagai pembatas antara wilayah umum dan wilayah pribadi. Ia dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam kehidupan seseorang. Sebab itu, pintu utama biasanya dibuat lebih kokoh atau diberi pengaman yang lebih kuat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Mudah Dilepas
Dalam Feng Shui, memang ada rumusan yang mengatur baik buruknya letak pintu. Tetapi apakah pintu sebaiknya membuka kedalam atau keluar, tidak ada rumusan Feng Shui yang mengaturnya. Hal ini sama seperti boleh tidaknya memasang pintu model dorong ke samping atau rolling door yang menggulung ke atas. Dilihat dari sisi teknik konstruksi, paling benar kalau pintu (khususnya pintu utama) di buka ke arah dalam rumah, sebab kedudukan engsel pintu letaknya tersembunyi, jadi lebih aman.
Engsel pintu bangunan model tradisional (seperti bangunan tradisional China kuno, Jawa, dan Bali) terbuat dari balok kayu yang dibentuk bulat dan menyatu dengan rangka pintu. Kemudian, engsel tersebut diberi pengikat atau ring yang terbuat dari besi/kayu dan diletakkan di belakang balok kusen pintu. Dengan demikian, keamanan pintu menjadi lebih baik dan orang yang bermaksud jahat tidak mudah merusak engsel saat pintu telah terkunci. Sistem kusen dibagian belakang pintu ini, secara otomatis akan mengatur pintu rumah membuka kearah dalam.
Pintu yang membuka ke luar tentu akan memposisikan kusen juga dibagian depan. Pada kusen model sekarang, dengan mudahnya orang dari luar melepas pengait engsel dan melepas pintu. Jadi, posisi ini rawan sebab memudahkan orang yang tidak diinginkan mesuk ke dalam rumah.

Letak Lebih Penting
Dalam penjabaran Feng Shui tradisional, arah bukaan pintu akan dihubungkan dengan faktor rezeki. Rezeki dianggap ditolak atau dibuang keluar, jika arah bukaan pintu keluar.
Banyak pakar arsitektur Indonesia meminta saran penulis (Mas Dian, MRE) untuk kasus seperti diatas, karena berkaitan dengan desain tampak muka rumah yang mereka buat. Pada hematnya, tidak ada larangan arah bukaan pintu ke luar rumah, selama pintu itu memiliki konstruksi yang kuat dan engsel pintu yang terlindung.
Yang lebih penting adalah mengetahui letak pintu yang dimaksud, apakah berada di wilayah yang dapat menarik energi Qi/ hawa rezeki atau justru diwilayah magnetik yang buruk. Tetapi, kalau pemilik rumah tidak berkenan dengan rancangan ini, tidak ada salahnya keinginannya diikuti, sebab perubahan hanya masalah teknis saja.
Kalau arah pintu ke dalam merupakan satu keharusan yang dianggap dapat mendatangkan rezeki, bagaimana dengan pintu rumah yang di bagian depannya ditambah pintu pengaman atau pintu kasa nyamuk yang biasanya di buka kearah luar? Bagaimana dengan pintu kaca dengan engsel tanam yang bisa membuka ke luar dan ke dalam? Apakah rezeki yang masuk juga akan keluar masuk tanpa menyisakan simpanan di kantong? Yang tidak memahami permasalahan tentunya akan mengalami kesulitan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jadi, yang perlu diingat adalah letak pintunya.

( Sumber: Tabloid Rumah, Edisi 66, 02 Agustus 2005 )

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )

( Perumahan di Jogja )

Batu Alam di Ruangan Keluarga

Dewasa ini penggunaan batu alam untuk penghias taman atau untuk penghias dinding pada salah satu bagian teras masih sering dijadikan unsur dekoratif. Pemakaian batu alam tersebut bukan terbatas pada dinding atau teras saja tetapi juga pada ruangan keluarga.
Indonesia merupaka negara yang kaya akan potensi alam dan sumber berbagai bahan alam untuk kebutuhan manusia. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi adalah batu alam yang banyak jenisnya. Misalnya batu pualam atau marmer dari Tulungagung ini dapat dibentuk menjadi berbagai benda hias selain untuk bahan bangunan. Warna dan tesktur serta alur-alur yang terdapat pada batu alam tersebut menjadi hal yang menarik untuk ditonjolkan.
Batu alam lainnya adalah batu paras yang berasal dari Yogyakarta, biasanya dipakai untuk hiasan dengan cara dipahat dan dibentuk relief atau patung. Adapun penampilan fisik dari batu paras ini yaitu ada yang berwarna krem, putih kecoklatan, putih kekuningan, beralur-alur dengan warna lebih gelap atau lebih terang serta bertekstur indah. Batu jenis ini merupakan batu alam yang sering digunakan oleh para perajin karena batu ini tidak keras sehingga mudah dibentuk.
Dewasa ini ada pula batu yang dikenal dengan batu sintetis. Batu sintetis ini merupakan batu buatan yang terbuat dari tepung batu yang dicampur dengan semen atau pasir putih dicampur dengan bahan pengikat lain. Secara fisik batu ini memang menyerupai batu alam, hanya saja kebih ringan. Selain itu, benda kerajinan seperti patung ataupun bentuk dekorasi lain dapat diperbanyak dengan dicetak. Karena itulah harganya bisa lebih rendah daripada benda kerajinan batu yang dipahat satu persatu. Namun, tetap saja keindahan alami berupa tekstur dan alur-alur pada batu tidak dapat ditiru oleh manusia. Penemuan bahan yang penampilannya hampir sama dengan batu yang asli ini memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memilih jenis batu yang dikehendaki. Untuk dekorasi ruang, batu artifisial sama-sama terlihat indah.
Batu alam berbentuk relief kuno pada candi merupakan hasil karya dari seniman-seniman masa lalu. Serpihan dari ornamen candi tersebut masih terlihat manis bila dipadupadankan dengan furnitur atau pernak-pernik modern lainnya dalam ruangan. Salah satu contohnya adalah dari zaman Majapahit berumur ratusan tahun yang ditempatkan pada salah satu sudut ruang di samping lampu duduk dari metal yang berkilat. Koleksi yang berharap ini tidak hanya disimpan di ruang khusus atau di museum, tetapi juga dapat menjadi aksen yang unik pada ruangan keluarga.
Patung-patung replika berupa kepala arca zaman Majapahit dari batu paras dengan bentuk wajah yang diperhalus dan dipercantik ditempatkan pada tiang-tiang besi dengan ketinggian yang berbeda. Penataan tinggi rendahnya dua atau tiga kepala patung menjadi aksen yang indah pada satu sudut ruang tamu atau pada ruang keluarga.
Batu granit atau batu marmer yang lebih keras dari batu paras dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dengan bantuan alat bubut mesin sehingga dapat dibuat bentuk persegi atau bentuk bulat. Dalam hal ini yang ingin diekpos adalah keunikan warna, tekstur dan alur-alur dari batu alam tersebut. Kehadiran vas bunga dan berbagai wadah serta pernak-pernik berwarna abu-abu, krem, broken white dengan bentuk simpel, ikut membantu menciptakan suasana alami di ruang-ruang tamu atau di sudut-sudut ruang keluarga.
Hal-hal tersebut di atas menunjukkan bahwa batu alam yang keras dan alami masih dapat menyatu dengan elegan pada gaya interior etnik, eklektik ataupun modern. Asalkan kita pandai memadumadankan batu alam dengan benda-benda di sekitarnya.

(Sumber: www.griya-asri.com, 10 November 2006)

( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)

( Perumahan di Jogja)