Rencana merenovasi rumah sering membuat kepala pusing tujuh keliling. Perencanaan dan penentuan anggaran yang matang adalah kunci berhasil-tidaknya sebuah renovasi. Yuk, ikuti langkah praktis yang bisa dijadikan panduan melakukan renovasi.
Benar, membeli rumah dari pengembang tentu berbeda dengan membangun sendiri. Selain faktor kepuasan batin, membangun rumah sendiri membuat kita lebih leluasa menentukan ruangan yang kita inginkan. Kebutuhan akan renovasi lebih besar jika membeli rumah dari pengembang. Lalu, bagaimana jika melakukan renovasi? Seberapa perlu dilakukan, serta kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?
Alasan Renovasi :
1.Expand
Artinya, penghuni rumah bertambah sehingga perlu ruang tambahan. Bisa ke samping karena ada sisa lahan/halaman atau ke atas karena keterbatasan lahan. Yang lebih sulit adalah ke atas, karena lantai di bawah mau tidak mau akan terganggu dan ada bagian bangunan yang rusak. Beda dengan renovasi ke samping yang relatif tidak mengganggu penghuni rumah.
Rabu, Januari 27
BERBENAH RUMAH TANPA MASALAH Bagian 1
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 15.17 0 komentar
Senin, Januari 5
Kiat-kiat Memilih "KPR"
Ya....Sama seperti Anda dan pasangan yang bersumpah setia sehidup semati dalam perkawinan, memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah teken "cinta mati". Soalnya, mengambil KPR berarti Anda dan bank berada dalam hubungan lama, minimal 5 tahun. So, bijaksanalah dalam memilih bank.
Maka, untuk mempertahankan kelanggengan "cinta mati" itu, Anda mesti:
1. Memilih hanya bank sehat. Artinya, bank tersebut memiliki kinerja keuangan berikut penataan usaha yang baik. Apa pasal? Sertifikat rumah Anda kan bakal dipegang bank selama masa kredit bukan?
2. Memilih bank yang benar-benar fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Hitungannya, rekam jejak atawa track record bank pilihan Anda terbukti baik.
3. karena konsumen adalah raja, Anda mesti memilih bank yang menyediakan jawaban atas kebutuhan akan kredit perumahan secara akomodatif. Ini berarti, bank pilihan Anda unggul dalam variasi produk mulai dari fleksibilitas plafon pinjaman dan angsuran.
4. Anda menghitung dengan cermat biaya-biaya yang mengikuti pengambilan KPR. Bijaksana kalau Anda tak terpaku pada iming-iming bunga rendah. Bisa jadi, bunga rendah justru diikuti oleh beban biaya lain yang lebih besar.
(Sumber: www.arsitekturmedia.blogspot.com, 21 Agustus 2007)
(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
(Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 11.48 0 komentar
Hoki di Tusuk Sate
Orang dengan Kua 2, 5, 9 juga memiliki peruntungan yang tinggi dan akan menikmati kemakmuran jika tinggal dirumah tusuk sate. Bisa dikatakan rumah tusuk sate itu malah membawa hoki. Secara logika, rumah ini memiliki aliran chi paling keras karena didepannya terdapat lorong. Alhasil, chi yang kuat itu akan memberikan hoki yang berlimpah.
Bagi orang yang memiliki Kua yang tidak kuat dan sudah terlanjur menempati rumah tusuk sate, ada dua solusi pemecahannya. Pertama, menggunakan perhitungan Ba Zi, yaitu delapan unsur yang memberi tanda tentang energi dari orang tersebut. Kalau Ba Zi nya bagus, tentu itu akan membantu sang penghuni. Kedua adalah dengan menggunakan hitungan Flying Star (bintang terbang). Kalau duduk dalam Flying Star, setiap sektor tergantung pada arah menghadap kerumah, sebab itu namanya bintang bumi. Kalau bintang buminya mendukung orang tersebut, ia tidak masalah jika tinggal di rumah tusuk sate.
(sumber: majalah Bisnis Properti, Februari 2006)
(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
(Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 11.44 0 komentar
Kamis, Desember 11
BAHAN BANGUNAN ALTERNATIF - Lebih Mahal Namun Hemat
Material alami seperti kayu makin sulit didapat. Kalaupun ada, harganya mahal dan mutunya makin merosot. "Sebentar saja sudah lapuk atau dimakan rayap," kata Inggrid Lena Wang, Sales Manager Alam Sutera, sebuah perumahan menengah atas di Serpong, Tangerang. Selain itu biaya tukang juga makin mahal.
Karena itu bahan bangunan alternatif yang serba presisi, praktis, ringan, dan tahan lama, makin mendapat tempat di kalangan developer. Tak perlu tukang banyak, waktu pengerjaan lebih ringkas, perawatan mudah, biaya konstruksi lebih murah.
Di antara sekian jenis material alternatif, yang paling berkembang memang panel dari baja ringan, alumunium, PVC dan UPVC (unplasticized polyvinil chloride) sebagai pengganti kayu. Sudah banyak perumahan menengah atas yang menggunakannya. Merek yang beredar pun beragam: Smartruss, Smartframe, Maestro, Broco, Sieben, J-Steel, dan Iain-Iain.
Panel bisa dipakai untuk aneka kebutuhan: rangka dan penutup atap, penutup dinding, partisi, kusen pintu dan jendela, sampai untuk pintu dan jendela itu sendiri. Produk bukan hanya praktis dan ringan tapi juga tahan api, antirayap, dan kedap suara.
Material alternatif lain adalah semen instan. Merek yang leading antara lain Mortar Utama dan Prime Mortar. Pemakaian sesuai peruntukan dan tinggal diberi air (tak perlu dicampur pasir lagi) sehingga lebih irit. Daya rekatnya kuat dan cepat kering.
Semen instan sangat cocok dipasangkan dengan beton aerasi seperti Hebel yang ringan dan presisi. Kombinasi keduanya diklaim menghemat biaya konstruksi, pemakaian semen dan tukang, dan waktu pengerjaan hingga 50 persen dibanding bila menggunakan semen biasa dan batu bata atau betake. Karena itu meskipun harga material alternatif lebih mahal dibanding bahan bangunan konvensional, dengan kelebihan serba praktis, tahan lama, dan mudah dirawat, secara keseluruhan biaya pemakaiannya lebih irit. Apalagi, kalau nanti pengguna makin massal, harga bisa makin murah karena semuanya produk pabrikan.
(Sumber: www.estate.co.id, 02 Mei 2006)
(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
(Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 11.43 0 komentar
Sabtu, November 8
Furnitur Rumah Modern
Adapun rumah bergaya arsitektur modern, telah berkembang dengan pesat di Indonesia. Gaya ini memiliki ciri khas kejernihan dan kejujuran desain. Seringkali tampak pada penggunaan bahan bangunan yang jujur, misalnya penggunaan batuan ekspos atau finishing tembok tanpa dicat, finishing kamprot, dan sebagainya. Penggunaan detail bentuk gaya juga sangat minimal, yang menganut 'less is more', makin sedikit hiasan makin baik.
Gaya arsitektur modern telah terbagi pula menjadi 'aliran-aliran' gaya desain, misalnya modern natural, modern minimalis, modern chic, dan sebagainya. Masing-masing memiliki kaidah desain yang spesifik. Desain minimalis misalnya, merupakan aliran modern yang sangat fungsional dan tidak memberi ruang pada bentuk ornamentasi atau hiasan sama sekali (minimal), dan tidak hanya itu, bahkan bentuk bangunan dan penataan denah pun sangat minimalis, segalanya sederhana.
Adapun pada pemilihan furniture, kita bisa menggunakan furniture dengan gaya modern yang sesuai untuk rumah tinggal. Furniture ini, sebagaimana kaidah desain arsitektur modern, juga diilhami dari filsafat modern yang jujur dan tidak banyak berornamentasi. Kesan furniture yang clean, simple dan tanpa hiasan berlebihan adalah ciri khas dari furniture bergaya modern. Desain furniture semacam ini dapat berpadu dengan baik pada rumah-rumah bergaya modern.
Dengan latar belakang ruang-ruang dengan desain modern, desain furniture modern dapat berpadu dengan baik. Pada contoh diatas, sebuah meja makan dengan desain modern menggunakan kaca sebagai daun mejanya. Kursi-kursi yang 'clean look' atau terlihat bersih dan simple memiliki sedikit unsur lengkung pada bagian atasnya yang memberikan kesan manis.
Desain interior rumah bergaya modern dapat bisa menjadi desain yang unik dan menarik bagi Anda bila mengetahui kaidah-kaidah desain ruang interiornya. Bila Anda kesulitan saat mencari furniture dengan desain modern, jangan ragu untuk bertanya kepada penjaga toko tentang furniture bergaya modern yang sesuai untuk ruang rumah bergaya modern Anda. Atau bila memungkinkan, kita bisa menggunakan jasa desainer interior untuk hal ini.
( Sumber: www.astudio.id.or.id, 3 Nopember 2006 )
( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )
( Perumahan di Jogja )
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 14.11 1 komentar
Selasa, November 4
Feng Shui: Bolehkah Pintu Utama Membuka ke Arah Luar?
Pintu utama memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga dan sering diibaratkan sebagai pembatas antara wilayah umum dan wilayah pribadi. Ia dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam kehidupan seseorang. Sebab itu, pintu utama biasanya dibuat lebih kokoh atau diberi pengaman yang lebih kuat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Mudah Dilepas
Dalam Feng Shui, memang ada rumusan yang mengatur baik buruknya letak pintu. Tetapi apakah pintu sebaiknya membuka kedalam atau keluar, tidak ada rumusan Feng Shui yang mengaturnya. Hal ini sama seperti boleh tidaknya memasang pintu model dorong ke samping atau rolling door yang menggulung ke atas. Dilihat dari sisi teknik konstruksi, paling benar kalau pintu (khususnya pintu utama) di buka ke arah dalam rumah, sebab kedudukan engsel pintu letaknya tersembunyi, jadi lebih aman.
Engsel pintu bangunan model tradisional (seperti bangunan tradisional China kuno, Jawa, dan Bali) terbuat dari balok kayu yang dibentuk bulat dan menyatu dengan rangka pintu. Kemudian, engsel tersebut diberi pengikat atau ring yang terbuat dari besi/kayu dan diletakkan di belakang balok kusen pintu. Dengan demikian, keamanan pintu menjadi lebih baik dan orang yang bermaksud jahat tidak mudah merusak engsel saat pintu telah terkunci. Sistem kusen dibagian belakang pintu ini, secara otomatis akan mengatur pintu rumah membuka kearah dalam.
Pintu yang membuka ke luar tentu akan memposisikan kusen juga dibagian depan. Pada kusen model sekarang, dengan mudahnya orang dari luar melepas pengait engsel dan melepas pintu. Jadi, posisi ini rawan sebab memudahkan orang yang tidak diinginkan mesuk ke dalam rumah.
Letak Lebih Penting
Dalam penjabaran Feng Shui tradisional, arah bukaan pintu akan dihubungkan dengan faktor rezeki. Rezeki dianggap ditolak atau dibuang keluar, jika arah bukaan pintu keluar.
Banyak pakar arsitektur Indonesia meminta saran penulis (Mas Dian, MRE) untuk kasus seperti diatas, karena berkaitan dengan desain tampak muka rumah yang mereka buat. Pada hematnya, tidak ada larangan arah bukaan pintu ke luar rumah, selama pintu itu memiliki konstruksi yang kuat dan engsel pintu yang terlindung.
Yang lebih penting adalah mengetahui letak pintu yang dimaksud, apakah berada di wilayah yang dapat menarik energi Qi/ hawa rezeki atau justru diwilayah magnetik yang buruk. Tetapi, kalau pemilik rumah tidak berkenan dengan rancangan ini, tidak ada salahnya keinginannya diikuti, sebab perubahan hanya masalah teknis saja.
Kalau arah pintu ke dalam merupakan satu keharusan yang dianggap dapat mendatangkan rezeki, bagaimana dengan pintu rumah yang di bagian depannya ditambah pintu pengaman atau pintu kasa nyamuk yang biasanya di buka kearah luar? Bagaimana dengan pintu kaca dengan engsel tanam yang bisa membuka ke luar dan ke dalam? Apakah rezeki yang masuk juga akan keluar masuk tanpa menyisakan simpanan di kantong? Yang tidak memahami permasalahan tentunya akan mengalami kesulitan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jadi, yang perlu diingat adalah letak pintunya.
( Sumber: Tabloid Rumah, Edisi 66, 02 Agustus 2005 )
( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara )
( Perumahan di Jogja )
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 16.09 0 komentar
Batu Alam di Ruangan Keluarga
Indonesia merupaka negara yang kaya akan potensi alam dan sumber berbagai bahan alam untuk kebutuhan manusia. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi adalah batu alam yang banyak jenisnya. Misalnya batu pualam atau marmer dari Tulungagung ini dapat dibentuk menjadi berbagai benda hias selain untuk bahan bangunan. Warna dan tesktur serta alur-alur yang terdapat pada batu alam tersebut menjadi hal yang menarik untuk ditonjolkan.
Batu alam lainnya adalah batu paras yang berasal dari Yogyakarta, biasanya dipakai untuk hiasan dengan cara dipahat dan dibentuk relief atau patung. Adapun penampilan fisik dari batu paras ini yaitu ada yang berwarna krem, putih kecoklatan, putih kekuningan, beralur-alur dengan warna lebih gelap atau lebih terang serta bertekstur indah. Batu jenis ini merupakan batu alam yang sering digunakan oleh para perajin karena batu ini tidak keras sehingga mudah dibentuk.
Dewasa ini ada pula batu yang dikenal dengan batu sintetis. Batu sintetis ini merupakan batu buatan yang terbuat dari tepung batu yang dicampur dengan semen atau pasir putih dicampur dengan bahan pengikat lain. Secara fisik batu ini memang menyerupai batu alam, hanya saja kebih ringan. Selain itu, benda kerajinan seperti patung ataupun bentuk dekorasi lain dapat diperbanyak dengan dicetak. Karena itulah harganya bisa lebih rendah daripada benda kerajinan batu yang dipahat satu persatu. Namun, tetap saja keindahan alami berupa tekstur dan alur-alur pada batu tidak dapat ditiru oleh manusia. Penemuan bahan yang penampilannya hampir sama dengan batu yang asli ini memberikan kebebasan kepada konsumen untuk memilih jenis batu yang dikehendaki. Untuk dekorasi ruang, batu artifisial sama-sama terlihat indah.
Batu alam berbentuk relief kuno pada candi merupakan hasil karya dari seniman-seniman masa lalu. Serpihan dari ornamen candi tersebut masih terlihat manis bila dipadupadankan dengan furnitur atau pernak-pernik modern lainnya dalam ruangan. Salah satu contohnya adalah dari zaman Majapahit berumur ratusan tahun yang ditempatkan pada salah satu sudut ruang di samping lampu duduk dari metal yang berkilat. Koleksi yang berharap ini tidak hanya disimpan di ruang khusus atau di museum, tetapi juga dapat menjadi aksen yang unik pada ruangan keluarga.
Patung-patung replika berupa kepala arca zaman Majapahit dari batu paras dengan bentuk wajah yang diperhalus dan dipercantik ditempatkan pada tiang-tiang besi dengan ketinggian yang berbeda. Penataan tinggi rendahnya dua atau tiga kepala patung menjadi aksen yang indah pada satu sudut ruang tamu atau pada ruang keluarga.
Batu granit atau batu marmer yang lebih keras dari batu paras dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dengan bantuan alat bubut mesin sehingga dapat dibuat bentuk persegi atau bentuk bulat. Dalam hal ini yang ingin diekpos adalah keunikan warna, tekstur dan alur-alur dari batu alam tersebut. Kehadiran vas bunga dan berbagai wadah serta pernak-pernik berwarna abu-abu, krem, broken white dengan bentuk simpel, ikut membantu menciptakan suasana alami di ruang-ruang tamu atau di sudut-sudut ruang keluarga.
Hal-hal tersebut di atas menunjukkan bahwa batu alam yang keras dan alami masih dapat menyatu dengan elegan pada gaya interior etnik, eklektik ataupun modern. Asalkan kita pandai memadumadankan batu alam dengan benda-benda di sekitarnya.
(Sumber: www.griya-asri.com, 10 November 2006)
( Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
( Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 16.01 0 komentar
Jumat, Oktober 24
BAHAN BANGUNAN ALTERNATIF
Karena serba presisi, praktis, dan tahan lama, pemakaian bahan bangunan alternatif diklaim lebih efisien ketimbang material konvensional.
Material alami seperti kayu makin sulit didapat. Kalaupun ada, harganya mahal dan mutunya makin merosot. "Sebentar saja sudah lapuk atau dimakan rayap," kata Inggrid Lena Wang, Sales Manager Alam Sutera, sebuah perumahan menengah atas di Serpong, Tangerang. Selain itu biaya tukang juga makin mahal.
Karena itu bahan bangunan alternatif yang serba presisi, praktis, ringan, dan tahan lama, makin mendapat tempat di kalangan developer. Tak perlu tukang banyak, waktu pengerjaan lebih ringkas, perawatan mudah, biaya konstruksi lebih murah.
Di antara sekian jenis material alternatif, yang paling berkembang memang panel dari baja ringan, alumunium, PVC dan UPVC (unplasticized polyvinil chloride) sebagai pengganti kayu. Sudah banyak perumahan menengah atas yang menggunakannya. Merek yang beredar pun beragam: Smartruss, Smartframe, Maestro, Broco, Sieben, J-Steel, dan Iain-Iain.
Panel bisa dipakai untuk aneka kebutuhan: rangka dan penutup atap, penutup dinding, partisi, kusen pintu dan jendela, sampai untuk pintu dan jendela itu sendiri. Produk bukan hanya praktis dan ringan tapi juga tahan api, antirayap, dan kedap suara.
Material alternatif lain adalah semen instan. Merek yang leading antara lain Mortar Utama dan Prime Mortar. Pemakaian sesuai peruntukan dan tinggal diberi air (tak perlu dicampur pasir lagi) sehingga lebih irit. Daya rekatnya kuat dan cepat kering.
Semen instan sangat cocok dipasangkan dengan beton aerasi seperti Hebel yang ringan dan presisi. Kombinasi keduanya diklaim menghemat biaya konstruksi, pemakaian semen dan tukang, dan waktu pengerjaan hingga 50 persen dibanding bila menggunakan semen biasa dan batu bata atau betake. Karena itu meskipun harga material alternatif lebih mahal dibanding bahan bangunan konvensional, dengan kelebihan serba praktis, tahan lama, dan mudah dirawat, secara keseluruhan biaya pemakaiannya lebih irit. Apalagi, kalau nanti pengguna makin massal, harga bisa makin murah karena semuanya produk pabrikan.
(Sumber: www.estate.co.id, 02 Mei 2006)
(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
(Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 11.32 0 komentar
Aquascape
Seni membuat taman di dalam air (aquascape) belakangan ini menjadi populer dan merupakan hobi baru bagi kalangan tertentu. Melihat tanaman air dalam suasana yang khas seperti sebuah taman rendam memiliki daya tarik tersendiri. Jernihnya air dan pantulan cahaya lampu seakan-akan merefleksikan beragam jenis dedaunan yang bergoyang lembut seiring dengan gerakan halus aliran air didalam akuarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya, aquascape lebih mengutamakan pada perawatan tamannya bukan kepada ikannya. Hal ini disebabkan karena tidak semua jenis ikan cocok disandingkan dengan tanaman yang jumlahnya mendominasi isi akuarium. Ada jenis-jenis ikan yang menjadi terganggu pertumbuhannya karena tanaman di sekitarnya, dan ada pula jenis ikan yang suka merusakkan tanaman tersebut seperti jenis ikan mas koki.
Pada prinsipnya kehadiran tanaman menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem di dalam air. Secara sederhana hubungan keduanya dijelaskan sebagai berikut. Ikan membutuhkan oksigen untuk pernafasannya dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai buangannya, sebaliknya tanaman menyerap karbon dioksida tersebut sebagai bahan baku selama proses fotosintesis untuk diubah menjadi makanan untuk membangun tubuhnya. Hubungan yang saling menguntungkan tersebut berjalan secara natural di alam. Keuntungan lainnya, tanaman berfungsi sebagai biofilter yang menyerap kotoran dan urin ikan yang lambat laun bisa berakibat racun untuk pertumbuhan ikan itu sendiri.
Tanaman air tersebut ditanam seperti layaknya tanaman darat, yaitu di dalam media tumbuh berupa pasir kuarsa yang dicampur dengan pupuk khusus yang diproduksi khusus untuk aquascape. Supaya terlihat bersih dan tanaman tertahan didalam media tanam, permukaan media dilapis lagi dengan pasir yang masih bersih (tanpa campuran pupuk) dan permukaan tanah dibuat berkontur supaya tampak berdimensi. Susunlah tanaman di dalam komposisi seperti layaknya komposisi di dalam taman. Ukuran, tekstur, karakter tumbuh dan warna disusun bergradasi tinggi rendahnya sehingga terlihat berdimensi dari setiap arah. Komposisi tanaman tersebut juga dapat dikombinasikan dengan pelengkap materi keras dari batu dan kayu yang telah memfosil sebagai ornamen.
Pemakaian batu karang untuk akuarium air tawar ini tidak dianjurkan, karena kandungan kapur yang tinggi dari batu karang tersebut dapat mempengaruhi kualitas air yang berakibat negatif untuk pertumbuhan tanaman.
Lingkungan tumbuh dalam air diupayakan mendekati kebutuhan tanaman. Kebutuhan cahaya misalnya diperoleh melalui sorotan lampu yang kualitasnya menyerupai cahaya natural. Untuk aquascape sebaiknya digunakan lampu fluorescent yang berbentuk tabung yang memiliki beberapa keunggulan seperti hemat energi dan cahaya yang dihasilkan merata tetapi tidak menimbulkan panas. Kelemahannya adalah intensitas terbatas sehingga akan efektif bila ditempatkan pada ketinggian maksimum 60 cm dari permukaan air akuarium. Sebagai contoh adalah akuarium ukuran 70 x 70 x 60 cm (tinggi) menggunakan pencahayaan berkekuatan 7000 Kelvin dengan kapasitas 150 watt yang dinyalakan selama 8 jam sehari.
Suhu di dalam air dijaga agar tidak melebihi 26o C karena lebih dari itu dapat menyebabkan tanaman tidak sehat pertumbuhannya bahkan lambat laun menjadi mati. Untuk menjaga temperatur air perlu digunakan alat tambahan yaitu chiller controlled yang berfungsi sama dengan Air Conditioned (AC) dengan sistem portabel yang dihubungkan dengan air melalui pipa instalasi. Kadar karbondioksida dalam air dijaga dalam kondisi seimbang supaya proses kehidupan dalam air berjalan normal. Untuk mengontrol kadarnya digunakan indikator CO2 yang diletakkan di dalam air. Perubahan warna pada indikator menunjukkan kandungan CO2 dalam air yang mungkin kadarnya cukup, lebih atau kurang.
(Sumber: www.griya-asri.com, 21 February 2007)
(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
(Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 11.30 0 komentar
Aquascape
Seni membuat taman di dalam air (aquascape) belakangan ini menjadi populer dan merupakan hobi baru bagi kalangan tertentu. Melihat tanaman air dalam suasana yang khas seperti sebuah taman rendam memiliki daya tarik tersendiri. Jernihnya air dan pantulan cahaya lampu seakan-akan merefleksikan beragam jenis dedaunan yang bergoyang lembut seiring dengan gerakan halus aliran air didalam akuarium. Berbeda dengan akuarium pada umumnya, aquascape lebih mengutamakan pada perawatan tamannya bukan kepada ikannya. Hal ini disebabkan karena tidak semua jenis ikan cocok disandingkan dengan tanaman yang jumlahnya mendominasi isi akuarium. Ada jenis-jenis ikan yang menjadi terganggu pertumbuhannya karena tanaman di sekitarnya, dan ada pula jenis ikan yang suka merusakkan tanaman tersebut seperti jenis ikan mas koki.
Pada prinsipnya kehadiran tanaman menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem di dalam air. Secara sederhana hubungan keduanya dijelaskan sebagai berikut. Ikan membutuhkan oksigen untuk pernafasannya dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai buangannya, sebaliknya tanaman menyerap karbon dioksida tersebut sebagai bahan baku selama proses fotosintesis untuk diubah menjadi makanan untuk membangun tubuhnya. Hubungan yang saling menguntungkan tersebut berjalan secara natural di alam. Keuntungan lainnya, tanaman berfungsi sebagai biofilter yang menyerap kotoran dan urin ikan yang lambat laun bisa berakibat racun untuk pertumbuhan ikan itu sendiri.
Tanaman air tersebut ditanam seperti layaknya tanaman darat, yaitu di dalam media tumbuh berupa pasir kuarsa yang dicampur dengan pupuk khusus yang diproduksi khusus untuk aquascape. Supaya terlihat bersih dan tanaman tertahan didalam media tanam, permukaan media dilapis lagi dengan pasir yang masih bersih (tanpa campuran pupuk) dan permukaan tanah dibuat berkontur supaya tampak berdimensi. Susunlah tanaman di dalam komposisi seperti layaknya komposisi di dalam taman. Ukuran, tekstur, karakter tumbuh dan warna disusun bergradasi tinggi rendahnya sehingga terlihat berdimensi dari setiap arah. Komposisi tanaman tersebut juga dapat dikombinasikan dengan pelengkap materi keras dari batu dan kayu yang telah memfosil sebagai ornamen.
Pemakaian batu karang untuk akuarium air tawar ini tidak dianjurkan, karena kandungan kapur yang tinggi dari batu karang tersebut dapat mempengaruhi kualitas air yang berakibat negatif untuk pertumbuhan tanaman.
Lingkungan tumbuh dalam air diupayakan mendekati kebutuhan tanaman. Kebutuhan cahaya misalnya diperoleh melalui sorotan lampu yang kualitasnya menyerupai cahaya natural. Untuk aquascape sebaiknya digunakan lampu fluorescent yang berbentuk tabung yang memiliki beberapa keunggulan seperti hemat energi dan cahaya yang dihasilkan merata tetapi tidak menimbulkan panas. Kelemahannya adalah intensitas terbatas sehingga akan efektif bila ditempatkan pada ketinggian maksimum 60 cm dari permukaan air akuarium. Sebagai contoh adalah akuarium ukuran 70 x 70 x 60 cm (tinggi) menggunakan pencahayaan berkekuatan 7000 Kelvin dengan kapasitas 150 watt yang dinyalakan selama 8 jam sehari.
Suhu di dalam air dijaga agar tidak melebihi 26o C karena lebih dari itu dapat menyebabkan tanaman tidak sehat pertumbuhannya bahkan lambat laun menjadi mati. Untuk menjaga temperatur air perlu digunakan alat tambahan yaitu chiller controlled yang berfungsi sama dengan Air Conditioned (AC) dengan sistem portabel yang dihubungkan dengan air melalui pipa instalasi. Kadar karbondioksida dalam air dijaga dalam kondisi seimbang supaya proses kehidupan dalam air berjalan normal. Untuk mengontrol kadarnya digunakan indikator CO2 yang diletakkan di dalam air. Perubahan warna pada indikator menunjukkan kandungan CO2 dalam air yang mungkin kadarnya cukup, lebih atau kurang.
(Sumber: www.griya-asri.com, 21 February 2007)
(Perumahan Taman Palagan Asri, Hunian Nyaman di Jogja Utara)
(Perumahan di Jogja)
Diposting oleh Widiharto Yulisusilo, ST di 11.30 0 komentar